Tim Gegana Polda Jatim saat melakukan penyisiran lokasi ledakan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com – Ledakan dahsyat mengegerkan warga Desa Sembilangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan. Sempat dikira warga ledakan bom, ledakan dahsyat tersebut mengakibatkan 1 rumah hancur tak berbentuk, 1 korban meninggal dunia, dan 2 lainnya dinyatakan kritis.
Korban ledakan masih dalam satu keluarga, yakni kakak beradik Rahmat dan Samsul Arifin, serta Mustar, saudara sepupu. Samsul dinyatakan meninggal dunia, sedangkan lainnya kritis dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan.
BACA JUGA:
- Rokok Ilegal Senilai Rp900 Juta Dimusnahkan Lanal Batuporon dan Bea Cukai di Bangkalan
- Lemkapi Apresiasi Bidhumas Polda Jatim atas Keterbukaan Informasi
- Polda Jatim Ungkap Sindikat Manipulasi Data Pribadi, 3 Tersangka Ditangkap
- 35 Siswa SD di Sidoarjo Dapat Pelatihan Jadi Polisi Cilik untuk Lomba Polda Jatim
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya, pada wartawan menyamapaikan, ledakan berasal dari petasan rakitan. Ledakan terjadi sekira pukul 16.30 WIB di Desa Sembilangan.
"Rinciannya, satu orang meninggal dunia dan dua orang harus menerima perawatan medis, mereka mengalami luka bakar serius. Rumah hancur akibat bahan peledak berbahaya itu," ungkap kapolres saat ditemui di lokasi, Jumat (19/4/2024).
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab ledakan petasan tersebut. Tim Gegana dari Satuan Brimob Polda Jatim dikerahkan untuk melakukan penyelidikan, serta puluhan personel Polres Bangkalan disiagakan di lokasi.
"Sejumlah barang bukti seperti serpihan kertas yang kami duga gulungan petasan kami amankan. Sementara hanya itu saja. Penyelidikan akan kami lanjutkan besok karena di lokasi masih banyak sisa bangunan yang dikhawatirkan roboh," ujar Febri.
Sementara itu Sekdes Sembilangan, Muhammad Kholil, mengaku warga desanya dikejutkan dengan ledakan dahsyat. Sehingga, warga berbondong-bondong mendatangi sumber suara tersebut.
"Ledakannya hanya satu kali, terdengar sangat keras seperti bom. Korban masih satu keluarga, kakak berdik dan sepupu. Bahkan salah satunya mau melangsungkan pernikahan pada Minggu 21 April besok," katanya.
"Petasan itu dipersiapkan untuk acara nikahan salah satu korban. Saat kejadian di lokasi ada 3 orang, Samsul (korban meninggal), Rahmat dan Mustar yang kini dilarikan ke rumah sakit," pungkasnya. (fat/uzi/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




