Gedung DPR RI. Foto: beritasatu
Sedangkan suara terbesar ketujuh diraih Abdul Halim Iskandar alias Gus Nanang. Kakak kandung Muhaimin Iskandar yang kini menjabat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, itu meraih 43.213 suara.
Suara terbesar kedelapan ditempati Abdul Hakim Bafaqih caleg nomor 1 Partai Amanat Nasional (PAN). Caleg incumbent itu meraih suara 39.147 untuk sementara.
Sedangkan suara terbesar kesembilan diraih Bimantoro Wiyono, caleg nomor 2 Partai Gerindra. Caleg incumbent ini meraih 39.021 suara.
Namun suara Bimantoro ini saling kejar dengan suara Mohammad Irfan Yusuf caleg nomor 1 Gerindra. Gus Irfan – panggilan putra KHM Yusuf Hasyim - meraih 38.657 suara untuk sementara.
Caleg lain yang suaranya juga tinggi adalah Ayu Airlangga. Caleg nomor 2 Partai Golkar itu mencapai 38.189 suara.
Di bawah mereka adalah Ita Triwibawati, caleg nomor 2 Partai Nasdem. Ita meraih 38.089 suara untuk sementara.
Lalu Guntur Sasono caleg nomor 1 Partai Demokrat. Ia meraih 27.242 suara untuk sementara. Sedangkan Ema Ummiyatun Chusnah, caleg nomor urut 1 PPP meraih 23.880 untuk sementara.
Apakah semua caleg yang suaranya tinggi atau besar itu otomatis lolos ke Sunayan? Belum tentu. Karena suara itu selain harus dijumlahkan dengan suara total partainya masing-masing juga harus bersaing ketat di internal partai mereka.
Namun untuk caleg yang suara partainya tinggi, tentu peluangnya paling besar. Sebut saja PKB yang sekarang suaranya paing tinggi. Yaitu 223.058 atau 19,63% untuk sementara. Bahkan PKB diperkirakan mendapat tiga kursi DPR RI.
Pada pemilu 2019 PKB mendapat 2 kursi. Yang lolos ke Senayan saat itu A. Muhaimin Iskandar dan Muhtarom.
PDIP pada pemilu 2019 juga dapat dua kursi DPR RI di dapil VIII. Yang lolos saat itu adalah Sadarestuwati dan Mindo Sianipar.
Sedangkan Gerindra pada pemilu 2019 dapat satu kursi. Yang melenggang ke Senayan ada Bimantoro Wiyono. Begitu juga Golkar. Saat itu hanya dapa satu kursi di DPR RI. Yang lolos adalah Yahya Zaini.
Nasdem juga dapat satu kursi. Saat itu yang lolos ke DPR RI adalah Sorhartono. Lalu disusul Ema Ummiyatun Chusnah dari PPP dan Abdul Hakim Bafaqih dari PAN serta Guntur Sasono dari Partai Demokrat.
Mengacu pada pemilu 2019 itu tampaknya komposisi perolehan suara di dapil VIII berubah. Sekarang terbesar PKB, lalu disusul suara Partai Nasdem mendapat 144.082 suara atau 12,68% untuk sementara.
Juara ketiga adalah Partai Golkar yang meraih suara 142,745 alias 12,58%. Sementara PDIP menduduki posisi keempat dengan perolehan 133.633 suara atau 11,76%. Padahal pada pemilu 2019 PDIP juara satu bersama PKB.
Ranking kelima diduduki oleh Geindra yang meraih 123.121 suara atau 10,83%. Sedangkan PKS meraih 80.852 atau 7,11%. Disusul Partai Demokrat yang meraih 74.626 suara atau 6.57%.
PAN meraih 73.932 atau 6.5% dan PPP yang meraih 42.695 suara atau 3,76%.
Dari peta suara sementara itu jelas bahwa bakal ada partai yang bisa meloloskan dua caleg, bahkan tiga caleg ke Senayan. Selain itu juga ada caleg yang perolehan suaranya tinggi - bahkan incumbent - tapi gagal melenggang ke senayan karena akumulasi suara partainya tak mencukupi.
Kita tunggu sampai proses penghitungan di KPU rampung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




