Dipecat PBNU, Kiai Marzuki Pernah Tolak Uang Sogok Rp 8 M dan Mobil Alphard

Dipecat PBNU, Kiai Marzuki Pernah Tolak Uang Sogok Rp 8 M dan Mobil Alphard KH Marzuki Mustamar. Foto: bangsaonline

KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE membenarkan bahwa Kiai Marzuki Mustamar memang diberhentikan oleh PBNU. Hanya saja cucu KH Bisri Syansuri, salah seorang ulama pendiri NU itu, mengaku belum tahu alasan pemberhentiannya.

“Dibehentikan iya, alasannya belum jelas,” kata Gus Salam kepada BANGSAONLINE, Kamis (28/12/2023).

Gus Salam mengaku tahu informasi pemberhentian Kiai Marzuki Mustamar ketika PBNU mengumpulkan para ketua PCNU se-Jawa Timur sekaligus PWNU Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (27/12/2023) malam.

Ketika ditanya, apa karena Kiai Marzuki Mustamar mendukung pasangan calon presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Anies Baswedan dan A. Muhaimin Iskandar (AMIN)?

Gus Salam yang kini menjadi komandan pemenangan AMIN Jawa Timur tak menjawab langsung. Hanya saja ia mengatakan bahwa Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftahul Achyar memang mengarahkan ke Capres-Cawapres nomor 2 yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Tadi malam Rais Aam pidato mengarahkan ke 02,” tutur Gus Salam yang pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang Jawa Timur itu.

Gus Salam juga salah seorang Ketua PWNU Jawa Timur juga diberhentikan oleh PBNU pada Agustus 2023 lalu.

Sementara PBNU sudah menjelaskan soal pemecatan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. PBNU membantah pemecatan Kiai Marzuki Mustamar terkait politik, terutama pemilihan presiden (Pilpres).

Bantahan itu disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni. Mantan Bupati Bondowoso itu mengatakan, pemberhentian Kiai Marzuki dari Ketua PWNU Jatim tidak ada kaitannya dengan politik.

“Proses pemberhentian juga sesuai AD/ART dan ketentuan yang ada,” kata Amin Said Husni dalam keterangan tertulis, Kamis (28/12/2023).

Dilansir viva.co.id, Amin Said mengatakan bahwa keputusan pemecatan Kiai Marzuki merupakan keputusan internal organisasi.

“Dan itu adalah hal yang biasa. Jadi, jangan dibesar-besarkan, apalagi ini sifatnya internal organisasi. Siapa pun, apalagi yang tidak memahami masalahnya, tidak perlu ikut berkomentar,” ujar Amin Said.

Menurut dia, pemberhentian Kiai Marzuki Mustamar sudah diproses lama oleh PBNU.

“Jauh sebelum hingar-bingar politik praktis 2024,” kata Amin Said sembari mengatakan bahwa prosesnya juga sudah sesuai AD/ART.

“Itu juga sudah disosialisasikan ke PWNU dan PCNU se Jatim pada Rabu malam kemarin,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO