Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jawa Timur menjadi provinsi paling aman se-Pulau Jawa dan teraman kelima se-Indonesia berdasarkan data rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Jatim memiliki persentase 0,38% yang penduduknya menjadi korban kejahatan. Selain Jatim, terdapat empat provinsi lain yang memiliki persentase paling sedikit penduduknya menjadi korban kejahatan. Yaitu Bali dengan 0,20%, Sulawesi Barat 0,30%, Aceh 0,34%, dan Kalimantan Selatan yang setingkat di atas Jatim dengan persentase 0,36%.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
"Alhamdulillah, Jawa Timur menempati peringkat pertama teraman se-Pulau Jawa dan peringkat kelima teraman secara nasional berdasarkan persentase penduduk yang menjadi korban kejahatan," ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (27/12).
Mengacu data tersebut, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Hal ini penting agar setiap lingkungan tetap terjaga dan semakin baik tingkat kondusivitas, keamanan, dan ketertibannya.
"Mari kita jaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban di lingkungan masing-masing, agar semua tetap merasa aman, nyaman, berada di Jawa Timur. Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tetapi juga karena ada kesempatan," terangnya.
Khofifah menambahkan, bahwa situasi yang kondusif, aman, dan damai ini juga berkat kolaborasi dan sinergitas luar biasa dari unsur tiga pilar plus di Jatim. Yakni TNI/Polri, pemerintah daerah, DPRD/parpol, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
“Terima kasih juga kami sampaikan atas kolaborasi dan sinergitas dengan 3 pilar plus. Termasuk di dalamnya para informal leader (toga dan tomas) yang memiliki kedekatan sosial kultural yang cukup kuat dengan masyarakat secara langsung,” terangnya.
Menurut Khofifah, semakin semua pihak berupaya menjaga kondisi aman, tertib, maka akan semakin kondusif. Sehingga, akan berdampak pada menurunnya jumlah kejahatan dan jumlah korban yang mengalami kejahatan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




