Airlangga Hartarto (dok. ekon.go.id)
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Ketua Dewan Pengarah TKN Prabowo Subiato - Gibran Rakabuming, Airlangga Hartarto menanggapi santai pernyataan Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar.
Muhaimin Iskandar atau karib dipanggil Cak Imin menyebut Indonesia dalam bahaya dan diambang kehancuran jika dirinya dan Anies Baswedan kalah di Pemilu 2024.
BACA JUGA:
- Soal Isu Penggulingan Prabowo pada Juni-Juli, Ini Kata Golkar dan Istana
- Muscam Golkar Blimbing Kota Malang Tetapkan Nedy Zunaedi sebagai Ketua PK Secara Aklamasi
- Menyelamatkan NU, Merawat Rahim: Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026
- Cak Imin Sebut Ketum PBNU Gagal, Jangan Diteruskan, Nusron: Aumni PMII seperti Tamu di PBNU
Airlangga Hartarto, menanggapi jika kalah dan menang merupakan hal biasa dalam sebuah kontestasi.
"Pertama, Indonesia ini pemilu sudah setiap 5 tahun. Jadi menang kalah itu suatu hal yang biasa," ujar Airlangga di kantor DPP Golkar, Kamis (30/11/2023) malam.
Airlangga melanjutkan, alam hal ini siapapun yang menang, roda pemerintahan akan terus berjalan. Ia mengatakan kunci stabilitas politik di Indonesia adalah reguler election.
"Tetapi satu hal yang pasti, yaitu setiap 5 tahun ada pemilu, dan setiap pemimpin yang terpilih 70, 80 persen melanjutkan program periode sebelumnya," ungkap Airlangga.
Sebelumnya, Cak Imin melontarkan pernyataan pada saat konsolidasi pemenangan Anies-Muhaimin (Amin) untuk seluruh anggota DPR-RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) seluruh Indonesia.
Ia menyebut jika dirinya dan Anies tidak menang, maka Indonesia dalam ancaman bahaya.
"Kalau kita tidak menang, Indonesia dalam ancaman bahaya dan kehancuran," kata Cak Imin (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




