'Dagadu'nya Mojokerto Dilaunching, Usung Tema Filosofi Jawa

Kepala DPMD, perwakilan DPMD Pemprov Jatim, dan forpimka berswafoto di depan Galeri Kawangen Digital Clothing. Foto: NINA/ BANGSAONLINE

"Terima kasih buat Kades Pandanarum dan jajarannya yang mampu memberdayakan masyarakat dan mengangkat potensi digital Kawangen Digital Clothing. Dengan ikon baru ini mampu mewadahi dan mengembangkan produk UMKM dan diharapkan menjadi destinasi baru bagi Desa Pandanarum dan Kabupaten Mojokerto, " pungkas bupati dalam sambutan yang dibacakan Yudha Akbar.

Sekadar diketahui, Karang Taruna Pandanarum kini membuka produksi digital clothing. Sablon pakaian di bawah naungan BUMDes tersebut mengusung tema ikonik, berupa tulisan filosofi Jawa dan simbol budaya Majapahit, menjadi satu-satunya di Mojokerto.

Sementara itu, Kepala DPMD Provinsi Jatim yang diwakili Prof. Mahtup, tenaga ahli pendamping desa, mengaku sangat mengapresiasi desa ini. Ia mengatakan pertama kali masuk ke desa ini ia sudah melirik potensi yang ada.

"Semoga ini menjadi ikonik desa yang mengembang sampai Kabupaten Mojokerto, " Katanya.

Sepanjang tahun ini, pihak DPMD telah menetapkan 79 desa di Jawa Timur sebagai desa berdaya. Dan, Kawangen Digital Clothing Pandanarum merupakan desa ikonik pertama yang ada.

Dalam sambutannya, Kades Pandanarum, Endik Sugianto, menyebut teknologi modern dengan nilai budaya tradisional dengan fashion dunia digital ini adalah potensi luar biasa.

"Kita juga menjual filosofi luhur peninggalan Majapahit sebagai sesuatu yang ikonik. Ini adalah potensi yang luar biasa. Kita tuangkan dalam bentuk suvenir-suvenir, kaos-kaos, dompet, yang siap mengisi stan-stan wisata di Kabupaten Mojokerto, " jelasnya.

Ia percaya, ide kreatif karang tarunanya tidak hanya mempertahankan nilai luhur yang tertuang dalam tulisan dalam kaos-kaos yang dijual, namun akan menjadikan usaha ini berkembang layaknya Joger dan Dagadu.

"Mojokerto punya potensi yang luar biasa. Karena memiliki tempat wisata yang dekat dengan ibu kota Majapahit. Belum banyak yang memberdayakan potensi tersebut. Desa Pandanarum berkewajiban menangkap itu. Banyak yang belum memikirkan oleh-oleh ikonik yang khas Mojokerto," paparnya.

Kata-kata luhur dalam bahasa Jawa kuno dan latin dicantumkan dalam kaos produksi anak-anak Pandanarum. Semisal, Crah agawe bubrah, Dhuwur wekasane, endhek wiwitane. Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira, serta sejumlah kata-kata lainnya.

Saat pembukaan outlet di pinggir Balai Desa Pandanarum, tampak kaos-kaos yang telah jadi tergantung di toko dengan ruang AC tersebut. Warga tidak hanya bisa membeli kaos, namun juga dapat request tulisan sesuai keinginan. Menurut kades, harga per kaos adalah Rp 25-100 ribu tergantung bahan. (adv/nin) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warga Kota Pasuruan Berebut Minyak Goreng Curah Saat Gubernur Jatim Pantau Operasi Pasar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO