Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah, saat melihat produk UMKM. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
Lalu, ia mencontohkan perusahaan yang masuk di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Antara lain, Smelter PT Freeport Indonesia (FI).
"Juga sejumlah perusahaan lain di luar JIIPE," katanya.
Agung menambahkan, tingginya investasi di Gresik tak hanya berdampak terhadap pendapatan daerah (PD). Namun, juga berdampak besar terhadap serapan tenaga kerja, dan perekonomian masyarakat.
"Sehingga, bisa mengurangi angka tingkat pengangguran terbuka (TPP) yang angkanya terus menurun," tuturnya.
Selain itu, kata Agung, investasi yang masuk juga berdampak terhadap geliat perekonomian masyarakat sekitar. Mulai penjual makanan, UMKM, maupun pemilik tempat sewa hunian seperti kos-kosan dan lainnya. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




