Pesantren di Lereng Gunung, Tapi Santrnya 100 % Diterima di PTN - Universitas Terkemuka Luar Negeri

Pesantren di Lereng Gunung, Tapi Santrnya 100 % Diterima di PTN - Universitas Terkemuka Luar Negeri Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, memberi wejangan pada para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Masjid Raya KH Abdul Chalim Kembangbelor Pacet Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (19/7/2023). Foto: bangsaonline

Sementara para santri dipimpin Dr Ismi Zahria. Komunikasi yang berlangsung 1 jam itu memakai bahasa Inggris.

Sebelumnya, Rabu (20/9/2023) Prof Nopraenue Sajjarax Dhirathit, Vice President Mahidol University Thailand berkunjung ke . Para santri Amanatul berdialog dengan Prof Nopraenue. Wanita bertubuh jangkung itu kagum dengan kepintaran santri , terutama dalam bahasa Inggris.

Seperti diberitakan HARIAN BANGSA edisi Rabu (12/7/2023), telah mengantar 100% alumninya masuk ke ITB, UI, UGM, Unair, UIN, ITS, IPB, dan perguruan tinggi negeri favorit lainnya. Data santri itu diperoleh HARIAN BANGSA setelah pengumuman hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Sebanyak 317 santri lulusan diterima di berbagai PTN favorit lewat UTBK/SNBT.

Prof Dr Mahfud MD yang kini menjabat Menko Polhukam RI silaturahim ke Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Pondok Pesantren . Foto: MMA/bangsaonline

Sebelumnya, juga diberitakan HARIAN BANGSA (Kamis 15/6 2023), sebanyak 278 santri diterima di PTN favorit lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Sebanyak 104 santri juga diterima lewat jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Semua nama santri yang diterima lewat SNBP dan SPAN-PTKIN sudah dimuat di HARIAN BANGSA.

Para santri juga diterima di perguruan tinggi luar negeri. Antara lain di Rusia, Inggris, Mesir, Singapura, Malaysia, Tunisia, Prancis, Maroko, China dan negara-negara lainnya.

Seperti diberittakan HARIAN BANGSA, di Universitas Al Azhar Mesir saja ada 400 lebih santri yang kuiah di berbagai jurusan. Belum lagi di universitas negara lain seperti di Inggris, Yaman, Maroko, Rusia, Singapura, Belanda, Tunisia, Malaysia, dan negara-negara lain.

Kiai Asep populer sebagai ulama kaya raya. “Bukan hanya kaya tapi juga dermawan,” kata M Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE, penulis buku otobiografi Kiai Asep berjudul Kiai Miliarder Tapi Dermawan.

“Padahal waktu remaja Kiai Asep sangat miskin dan pernah jadi kuli bangunan,” tambah Mas’ud Adnan yang alumnus Pesantren Tebuireng dan Pascasarjana Unair. (mma)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO