Aksi pelaku saat mencuri motor yang terekam CCTV.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Beredar rekaman video CCTV yang menunjukkan seorang pria diduga pencuri sepeda motor jenis Yamaha Mio di halaman salah satu rumah warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.
Dalam video berdurasi 1 menit 13 detik itu, pelaku mengenakan topi warna hitam, jaket jins, kaos warna merah, dan celana pendek warna hitam. Ia terlihat berjalan mengendap-endap menghampiri motor yang terparkir di halaman.
BACA JUGA:
- Kos di Blega Diduga Jadi Lapak Sabu, Polres Bangkalan Amankan Pria 50 Tahun dan Puluhan BB
- Warga Bangkalan Tewas Diduga Ditusuk Iparnya
- Viral Teror Pocong Bersajam Resahkan Warga, Polres Bangkalan: UIah Iseng Tiga Pemuda
- Tidur di Masjid Jadi Petunjuk, Pencuri Laptop Mahasiswa UTM Dibekuk Polres Bangkalan
Kondisi motor yang tidak dikunci ganda membuat pelaku melakukan aksinya dengan sangat mudah. Tidak membutuhkan waktu lama, motor Yamaha Mio wana hitam itu langsung dibawa kabur dengan cara didorong.
Aksi pencurian itu diperkirakan terjadi pada dini hari. Sebab saat kejadian tidak tampak ada seorang warga ataupun pemilik rumah.
Sedangkan video aksi pencurian tersebut mulai viral di grup WhatsApp sejak Rabu (18/10/2023) pagi sekira pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan keterangan Ahmad Faidul, warga sekitar, aksi pencurian motor itu terjadi sekira 03.00 WIB. Pemilik rumah baru mengetahui bahwa motor miliknya raib saat bangun hendak sholat subuh.
"Melihat motornya sudah tidak ada, pemilik rumah segera mengecek CCTV. Ternyata memang sudah dicuri orang. Kebetulan tidak dikunci ganda, jadi dengan mudahnya dibawa kabur tanpa menimbulkan suara," katanya, Rabu (18/10/2023).
Sementara Kapolsek Kamal AKP Andy Bahtera saat dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi ataupun laporan pencurian motor di Desa Banyuajuh.
"Kami belum dapat laporan, sepertinya belum lapor ke polsek," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Meski begitu, aksi pencurian itu akan dilakukan upaya identifikasi pelaku melalui rekaman CCTV yang beredar untuk mencari pelaku.
"Karena ada video, siapa tahu nanti kami bisa identifikasi pelakunya," jelasnya. (fat/uzi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




