Wali Kota Kediri, Dandim 0809/Kediri, dan Kapolres Kediri Kota saat inspeksi pasukan dan kendaraan. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE.
Selanjutnya, laksanakan pengamanan dengan penuh rasa tanggung jawab humanis dan profesional sesuai SOP dengan menerapkan basis sistem guna menjamin keselamatan personal. Kemudian, pimpinan di setiap tingkatan harus terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan melekat kepada anggotanya masing-masing.
"Lakukan pengaturan jadwal pengamanan sehingga kesehatan personel selalu dalam kondisi yang prima. Hal ini penting mengingat operasi yang kita laksanakan cukup panjang dan Pemilu 2024 dilakukan secara serentak," terangnya.
Kedepankan komunikasi publik dan upaya cooling sistem agar masyarakat berpartisipasi penuh dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu 2024 dan terhindar dari polarisasi.
"Tingkatkan studitas dan kualitas antar seluruh personel pengamanan maupun stakeholder terkait karena hal tersebut adalah kunci utama keberhasilan operasi," tutup AKBP Teddy Chandra.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan deklarasi pemilu damai dan penandatanganan deklarasi pemilu damai 2024 oleh perwakilan peserta pemilu, penyelenggara pemilu, Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, dan Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Arif Setiawan, perwakilan PN Kediri serta Kejaksaan Negeri Kota Kediri.
Apel gelar pasukan diakhiri dengan pengecekan pasukan dan kendaraan bermotor oleh Wali Kota Kediri, Dandim Kediri, Kapolres Kediri Kota, KPU dan Bawaslu Kota Kediri.
Hadir dalam apel gelar pasukan operasi mantap Brata ini, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Arif Setiawan, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Kediri, PN Kota Kediri, pimpinan KPU Kota Kediri, pimpinan Bawaslu Kota Kediri, dan perwakilan partai peserta Pemilu 2024. (uji/git).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




