Hadiri Ngobrol Asyik KWG dan Dispendik, Ini Pesan Bupati Gresik

Hadiri Ngobrol Asyik KWG dan Dispendik, Ini Pesan Bupati Gresik Bupati dan Wabup Gresik, serta Ketua DPRD, saat hadiri Ngobrol Asyik. FOTO: SYUHUD/BANGSAONLINE.

Lebih jauh bupati menyatakan, perlu tumbuhnya ketegasan yang terukur dari seorang pendidik kepada muridnya. Hal ini juga harus diimbangi dengan kesadaran kita sebagai orang tua.

"Kita sebagai orang tua juga memiliki peran yang sama, yakni fungsi kontrol terhadap kepribadian anak. Saya tekankan, bahwa sekolah bukanlah tempat penitipan anak. Namun sekolah adalah tempat menimba ilmu. Jadi semua harus bersinergi, sebab pengembangan karakter anak di rumah juga sangat penting. Jangan sampai ada lagi kekerasan, baik itu berupa kekerasan fisik ataupun kekerasan verbal," pesannya lagi.

Wabup memberikan warning bahwa, jangan ada lagi kejadian kekerasan pada anak. Menurut dia, dengan adanya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, sama halnya dengan menodai lembaga pendidikan yang mestinya menjadi tempat untuk belajar nyaman.

Wabup berpesan, sekolah perlu menciptakan kultur yang aman, nyaman dan sehat. Sehingga, siswa bisa berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya.

Selain itu, sekolah perlu memberikan sanksi tegas kepada anak yang melakukan bullying. Sehingga, pelaku merasa jera dan tidak melakukan tindakan bullying kembali kepada temannya.

"Peran guru dan orang tua perlu untuk mengajarkan siswa atau anak untuk menyelesaikan masalah dengan pendekatan musyawarah bersama, bukan dengan kekerasan dan main hakim sendiri," tutupnya

Sementara itu, Ketua DPRD menyambut baik Ngobrol Asyik Sekolah Ramah Anak. Ia menyatakan, dari diskusi ini berbagai masukan, ide dan gagasan yang muncul terkait sekolah ramah anak. Nantinya bisa dirumuskan lebih detail dan dibawa ke forum dewan.

"Kami mendukung seratus persen. Kalau memang diperlukan kita akan buahkan regulasinya," katanya.

Ketua Komunitas Wartawan (), Miftahul Arif menyampaikan, apresiasi kepada segenap stakeholder yang ada di . Kolaborasi dan sinergitas sangat diperlukan mengingat persoalan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkab tapi melibatkan semua pihak.

"Kegiatan ini sangat penting, apalagi momennya ketika dunia pendidikan sedang disorot adanya kejadian dugaan kekerasan di SDN 236 Menganti, Kabupaten yang saat ini masih dalam penanganan kepolisian, sehingga penguatan literasi dalam rangka sekolah ramah anak sangat dibutuhkan," katanya.

Hadir juga, Kepala Dinas Pendidikan S. Hariyanto, Waka Polres Kompol Erika Purwana Putra, serta kepala OPD, dan pejabat terkait.

Usai acara, semua stakeholder mulai dari Bupati , Ketua DPRD , Waka Polres dan jajaran Dinas Pendidikan serta ratusan kepala sekolah SD dan SMP secara bergantian membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen deklarasi Sekolah Ramah Anak. (hud/git)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO