Petugas Damkar dari Pos Waru dan Buduran saat melakukan pemadaman api pada bangunan semi permanen di bawah Tol Kedungturi Sidoarjo, Selasa (12/9/2023).
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Bangunan semi permanen beserta bangunannya di bawah Tol Raya Kedungturi, Kecamatan Taman, Sidoarjo, terbakar, Selasa (12/9/2023).
Untungnya, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun, peristiwa itu, membuat panik pemilik tempat tinggal dan warga sekitar lokasi.
BACA JUGA:
- Gudang Pakan Ternak di Sidoarjo Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta
- Area Pabrik Plastik Seluas 4 Ribu Meter Persegi di Sukodono Sidoarjo Terbakar
- Kebakaran Pondok Pesantren Al-Barokah, BPBD Sidoarjo Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
- Diduga Korsleting pada Sistem Kelistrikan, Mobil Mitsubishi Outlander di Sidoarjo Terbakar
Bangunan semi permanen yang terbakar tersebut, merupakan rumah yang pernah digunakan sebagai warung nasi dan kopi sebelumnya.
Pemilik rumah, Sukiman (65) mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di luar. Sehingga, ia tidak mengetahui sumber api yang membakar rumah tersebut.
“Saya waktu itu ke pasar, setelah balik tiba-tiba sudah kebakar, saya panik karena apinya bertambah besar,” katanya.
Sukiman mengaku, panik saat terbakar, sebab bangunan tersebut, berdekatan dengan jalan raya dan ilalang. Namun, warga yang mengetahui kebakaran itu, langsung membantu Sukiman untuk memadamkan apinya.
Akibat dari kejadian tersebut, banyak barang berharga yang habis terbakar. Mulai dari perabotan rumah tangga hingga uang tunai.
“Semua hangus terbakar,” tuturnya.
Sunarto (62) warga sekitar yang mengetahui kebakaran tersebut mengatakan, kejadian tersebut timbul dari anak yang saat itu membakar sampah di sekitar lokasi bangunan.
"Informasinya anak yang bakar sampah itu meninggalkan lokasi, kemungkinan merembet ke bangunan kena angin," ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap harinya tempat tersebut merupakan tempat tinggal Sukiman, dan sempat membuka warung kopi.
Akan tetapi, saat ini hanya digunakan sebagai tempat tinggal saja.
"Karena beliau saat ini sedang sakit dan tinggal sendiri," tambahnya.
Sunarto menyebut, untuk mencegah api merembet ke lahan ilalang dan jalan raya, warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Beruntung, lima menit kemudian, sekitar pukul 11.06 WIB, satu unit Mobil Damkar Pos Waru datang dan memadamkan api tersebut.
Tak selang beberapa lama, dua unit mobil damkar lainnya dari Pos Buduran juga datang dan melakukan pemadaman api.
Danton Damkar Pos Waru Sutoyo mengatakan, api sudah bisa dikondisikan dalam waktu kurang dari satu jam. Yakni padam pada pukul 11.50.
“Untuk penyebabnya masih belum diketahui,” pungkasnya. (cat/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




