Dewan Penasehat Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri, Kuswartono, saat menunjukkan dokumen bahwa NKRI berdiri pada tanggal 18 Agustus 1945. Foto: Ist
"Jadi ada dua akte, ada dua peristiwa besar yang sangat bersejarah. Jas merah,” kata pria yang juga Ketua Yayasan Panji Saputra itu.
Sementara itu, Ketua Umum Situs Ndalem Pojok, Suhardono, mengatakan bahwa pihaknya berencana akan ke Jakarta untuk menyampaikan temuan ini kepada Presiden Republik Indonesia.
“Besok kami akan ke Jakarta, ke Istana Merdeka untuk menyampaikan temuan ini. Surat pengantar untuk Bapak Presiden, kajian dan bukti autentik sudah kita siapkan. Semoga Bapak Presiden berkenan menerima hal ini,” ucapnya.
Sedangkan, Kushartono selaku Ketua Harian Situs Ndalem Pojok, menambahkan bahwa sebelum surat diluncurkan, beberapa hari lalu, pihaknya bersama lintas elemen dan komunitas telah menggelar rapat bersama, hasil rapat bersepakat untuk berkirim surat kepada Presiden.
“Kita sudah rapat dua kali, hari senin dan hari Rabu (9/8/2023), teman-teman ormas dan komunitas di Kediri dan bersepakat untuk mengirim surat kepada Bapak Presiden. Karena ini hal besar terkait bangsa dan negara,” paparnya.
Pihaknya meyakini temuan fakta baru ini akan mendapat respon positif dari Presiden Jokowi.
“Insya Allah dan kami yakin penemuan akte berdirinya negara ini akan menjadi kabar baik bagi Bapak Presiden. Dari bumi Kediri memang kita harus kembali kepada jati diri. Semoga,” pungkasnya. (uji/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






