Gubernur Khofifah juga menyampaikan, pada Kamis kemarin ada kunjungan Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Aldhaheri, di Gedung Negara Grahadi.
Ada tiga hal penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut dan dinilai strategis bagi kedua belah pihak. Pertama, terkait potensi investasi di Jawa Timur terutama yang masuk kategori investmen project ready to offer (IPRO). Kedua, proposal untuk beasiswa ke UEA khususnya di bidang artificial intelligence. Serta ketiga, kerja sama beasiswa Univesitas Artificial Intelligence.
"Untuk program kedua dan ketiga itu penting dengan kaitan kita dengan mencoba mengintegrasikan dan memadukan dari seluruh data dari berbagai sektor kabupaten/kota. Jikalau ada hal yang bisa menjadi input, untuk mengintegrasikan penyusunan proposal itu," katanya.
"Saya rasa kadis kominfo, bappeda, bisa menjadi bagian untuk bisa menyiapakan format tersebut," ujarnya.
Khofifah melanjutkan, proses integrasian data, keterpaduan data, dan update data sudah dilakukan. Maka itu yang penting tidak boleh terlewatkan dan perlu diperhatikan di Satu Data Jatim, yaitu penyiapan sumber daya manusia (SDM) agar data benar-benar update.
Sementara itu Kadis Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menerangkan Sata Jatim Award tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang hanya memberi penghargaan pada perangkat daerah terbaik, tetapi juga memberikan penghargaan Sata Jatim Award kepada kabupaten/kota. (dev/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




