Nusron Wahid. (foto: teropong senayan)
"Kami KN-GMNU meminta presiden Joko Widodo untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Nusron sebagai Kepala BNP2TKI," tandasnya.
Dia mengaku khawatir dengan gaya verbal Nusron mengatur mekanisme pemilihan PBNU di Muktamar ke-33 nanti.
"Seharusnya, sebagai pejabat publik dia bisa memperlihatkan netralitasnya dan tidak berlagak mengatur-ngatur para kiai, alim ulama NU untuk sesuai dengan keinginannya. Yang saya soroti Nusron melanggar etika keadaban di NU yang ada, Su'ul adab. Nusron ini sudah mau mengatur, mendominasi, mengkooptasi kiai alim ulama yang ditokohkan, yang paling ditakdimi di NU. Dan dia nggak punya hak," Paparnya.
Seperti diketahui, Nusron Wahid mengusulkan 20 nama kiai sepuh yang akan masuk dalam kelompok Ahlul Halli Wal Aqli (AHWA) untuk memilih kepemimpinan di NU pada Muktamar ke-33 di Jombang nanti. Sikap tersebut dianggap telah mengganggu pikiran banyak masyarakat di kalangan NU karena dianggap sebagai mekanisme yang melanggar AD/ART. Lebih-lebih, usulan Nusron ditentang oleh sejumlah banyak Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU). (ter)
Baca juga: Kaukus Muda NU Prihatin Kiai Usulkan Diri Sendiri Jadi Anggota AHWA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




