"Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan berpartisipasi sebagai Bidan Delima yang tentunya akan mendukung performance dan identitas profesionalisme," papar Rani.
"Terima kasih saya ucapkan kepada Ibu Bupati Mojokerto dan semua pihak yang telah membantu dan kerja sama selama ini di setiap kegiatan para bidan," pungkasnya.
Bidan Delima adalah unit pelaksana bidan delima di masing-masing kabupaten dan fasilitator. Mereka orang terdepan dan sebagai pionir dalam pengembangan program Bidan Delima di lingkungan masing-masing.
Ikatan Bidan Indonesia juga melakukan monitoring dan evaluasi berkesinambungan setiap enam bulan sekali dan melaporkan pelayanan praktek Mandiri bidan setiap bulan. Tercatat, di Kabupaten Mojokerto IBI memiliki anggota 932 orang.
Mereka tersebar di 9 ranting dengan jumlah tempat praktik mandiri bidan mencapai 373 orang. Anggota yang lolos dengan sertifikasi Bidan Delima mencapai 153 orang. Angka ini setara 52 persen. Sementara 48 persen sisanya masih berproses menuju ke sertifikasi Bidan Delima. Bagi 42 bidan yang dikukuhkan tersebut akan masuk dalam angkatan ke 4.
Acara yang bertajuk "Satukan Langkah dengan Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berbasis Bukti" itu turut dihadiri pejabat terkait. Di antaranya Suharti, Manajer Unit Pelaksana Provinsi Jatim, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Ulum, Kepala Dinas P2KB PP, dan Ketua GOW Kabupaten Mojokerto. (adv/nin/man)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




