Gubernur Khofifah saat memberi sambutan ketika gathering bersama warga Jawa Timur di Sumatera Barat.
PADANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menggelar gathering bersama warga kelahiran Jawa Timur (Jatim) di Sumatera Barat (Sumbar) dalam rangka bersilaturahmi sekaligus penguatan pasar antardaerah, Minggu (11/6/2023). Acara ini merupakan rangkaian giat misi dagang dan investasi yang digelar antara Pemprov Jatim dengan Pemprov Sumbar.
"Menggelar silaturahmi dengan warga kelahiran Jatim yang tinggal di provinsi lain sudah menjadi tradisi setiap kita melakukan misi dagang dan investasi. Provinsi Sumbar merupakan provinsi ke-32 yang kita datangi dalam rangka misi dagang antarprovinsi," ungkap Khofifah.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Di hadapan ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Jawa Timur di Sumatera Barat, Khofifah menyebut pertemuan ini menjadi sarana untuk menyambung tali silaturahmi, sekaligus penyambung program antardaerah. Sehingga, agenda tersebut bisa membuka potensi-potensi pasar perdagangan baru yang juga melibatkan masyarakat sekitar.
"Kebetulan, malam ini ada Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Bapak Sukarli yang ternyata warga kelahiran Tulungagung. Saya sampaikan, populasi sapi potong di Jawa Timur itu tertinggi di Indonesia, lebih dari 5 juta ekor. Dengan provinsi yang peringkat dua terpaut sangat jauh. Begitupula untuk domba, kambing, dan kerbau," paparnya.

Khofifah menambahkan, jika sektor peternakan menjadi prioritas di Pemprov Sumbar, Pemprov Jatim siap mendampingi. Sebab, di Jatim terdapat Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) milik Kementerian Pertanian yang berada di Singosari, Malang.
"Nanti Dinas Peternakan Sumbar bisa mengirimkan tim terlebih dahulu ke sana, baru nanti kami akan mengirim tim ke sini untuk pembinaan. Insya Allah dalam tiga tahun kita bisa swasembada daging," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




