Ilustrasi. Suasana launching Muktamar NU ke-33 di kantor PWNU Jawa Timur. Foto: suarasurabaya.net
Sumber BANGSAONLINE.com mengungkapkan tercatat 40 PCNU dari 44 PCNU di seluruh Jawa Timur yang menolak AHWA dalam Musker itu. Namun Kiai Subakir mengaku tak tahu jumlah persisnya. ”Karena saya tak menghitung. Tapi mayoritas menolak AHWA,” katanya.
Yang paling keras menolak AHWA adalah PCNU Kabupaten Probolinggo. Bahkan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi mengingatkan agar PWNU Jawa Timur menyampaikan sikap PCNU seluruh Jawa Timur yang menolak AHWA apa adanya dalam Munas NU (tanpa Konbes) yang berlangsung Minggu (14/06/2015) di Jakarta. ”Jangan ada ada kebohongan, jangan diplintir,” katanya tegas sembari menegaskan bahwa PCNU-PCNU di Jawa Timur sudah tahu sikap PWNU Jawa Timur yang sebenarnya.
”Kita ini semua ini tahu, kita ini bukan anak kecil,” katanya. Karena itu, ia mengingatkan PWNU Jawa Timur, jangan sampai memanipulasi sikap PCNU yang menolak AHWA.
Acara Musker di Kantor PWNU Jawa Timur ini berbeda dengan pertemuan PCNU dan PWNU di Ploso Kediri dan Sidogiri Pasuruan. Saat itu para PCNU sukut (diam) ketika PWNU Jawa Timur memberi arahan soal AHWA. Saat itu yang memberi arahan AHWA adalah KH Miftahul Akhyar dan KH Mas Subadar (pengurus NU yang dikenal sebagai tokoh Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Dalam Musker ini semua PCNU bersuara dan mayoritas menolak AHWA. Dengan demikian suara PCNU se-Jawa Timur ini tak bisa diklaim lagi menerima AHWA seperti klaim PWNU Jatim selama ini. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




