Rabu, 26 April 2017 07:22

‘Dibujuk' Pemkot, PKL di Kediri Batal Unjuk Rasa

Selasa, 26 Mei 2015 23:27 WIB
‘Dibujuk
Perwakilan Forum PKL se-Kota Kediri, saat ditemui pejabat Pemkot di ruangan khusus Sekda Kota Kediri. (foto: arif kurniawan/BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Gertakan Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) se Kota Kediri yang akan mengerahkan ratusan massa untuk menggruduk Balai Kota Kediri, Selasa (26/5), tidak terbukti adanya. Hal itu terjadi, lantaran masing-masing koordinator PKL, sudah ‘dibujuk’ pihak Pemkot Kediri, untuk tidak mengerahkan massa dan disarankan mengirimkan perwakilan saja, untuk mediasi.

Hal itu disampaikan Nurbadik, selaku koordinator PKL, Jalan Doho, bahwa, urungnya para PKL turun ke jalan, dan berencana akan menggruduk Balai Kota Kediri batal lantaran dibujuk oleh pihak Pemkot.

Yakni, Pemkot menyarankan, supaya PKL hanya mengirimkan perwakilan saja. “Sebenarnya para PKL, sudah meliburkan diri untuk tidak berjualan dan berniat untuk melakukan aksi turun ke jalan. Karena dibujuk pihak Pemkot, yang kami rasa niatannya baik, secara otomatis kami menerimanya, asalkan aspirasi kami dipenuhi,“ ungkap Nurbadik, usai mediasi, diruang khusus, Sekkota Kediri, Selasa (26/5).

Berbicara tentang tuntutan yang diajukan Pemkot, Nurbadik mengaku, para PKL intinya hanya menginginkan lahan mereka tidak digusur ataupun ditertibkan. Kalaupun niatan mereka ingin meraih Adipura, janganlah para pedagang dikorbankan.

“Saat mediasi berlangsung, para pejabat yang diwakili M. Yasin, Kasenan (keduanya, selaku Asisten Wali Kota,red), dan juga Kepala Disperindag, Yetty, serta juga Kasat pol PP, Ali Mukhlis, kesemuanya menyetujui tidak akan melakukan penertiban lagi, asalkan para pedagang tidak menganggu pengguna jalan,” tandasnya.

Terpisah, Hanif, koordinator pedagang rosok, juga mengungkapkan, pihaknya hanya menagih janji Pemkot, perihal kejelasan dan keberadaan para pedagang rosok. Karena, dalam perjanjian sebelumnya, Pemkot berjanji akan memasang design gapura, bertuliskan ‘Kawasan Pedagang Barang Bekas‘ atau rosok.

“Kami menagih janji Pemkot, karena sudah pernah dilontarkan kepada kami perihal pembuatan gapura plengkung. Disisi lain, kami juga butuh kejelasan status kami, hingga tidak terjadi miss komunikasi dengan pedagang pasar Kaliombo, yang terkadang memeprtanyakan keberadaan kami,” ucapnya.

Sementara, M. Yasin, perwakilan dari Pemkot Kediri, mengaku, akan menampung semua aspirasi masyarakat, khususnya para PKL, tentang semua aspirasi yang mereka sampaikan. Pastinya, pihaknya berupaya semaksimal mungkin merealisasikanya.

Sekedar diketahui, sebelumnya, Forum PKL, menyebar undangan terbuka untuk melakukan aksi turun jalan dengan menggruduk balai kota dalam jumlah besar. Hal itu dilakukan, lantaran mereka merasa didzolimi, dengan serangkaian penertiban yang dilakukan Sat Pol PP Kota Kediri karena dianggap ‘membunuh’ mata pencaharian mereka.(rif)

Senin, 24 April 2017 23:49 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   Wadharaba allaahu matsalan qaryatan kaanat aaminatan muthma-innatan ya/tiihaa rizquhaa raghadan min kulli makaanin fakafarat bi-an’umi allaahi fa-adzaaqahaa allaahu libaasa aljuu’i waalkhawfi b...
Minggu, 23 April 2017 21:52 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 25 April 2017 10:35 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Mengenakan baju tidur, dan duduk di pinggir ranjang, Stephanie Davis, seakan memberi pesan khusus kepada mantannya, Jeremy McConnell. Bahwa, kehadiran sang mantan, ditunggu di tempat tidur.Ibu dari Caben Albi ini me...