Jumat, 29 Mei 2020 07:02

Anggaran Alat Kesehatan di Tuban Capai Rp 1,6 Milyar, Dinilai Masih Kurang

Selasa, 26 Mei 2015 02:04 WIB
Anggaran Alat Kesehatan di Tuban Capai Rp 1,6 Milyar, Dinilai Masih Kurang
dr. Saiful Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Tuban. foto: suwandi/BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Tuban, dr. Saiful Hadi mengakui pada 2015 ini kebutuhan untuk pengadaan alat kesehatan telah mendapatkan jatah anggaran sebesar Rp 1.683.994.500,-. Dana sebesar itu bersumber dari APBD, namun dana sebesar itu masih disayangkan oleh Saiful Hadi karena dinilai masih kurang mencukupi.

“Anggaran sebesar itu masih kurang, karena di Tuban ada 33 puskesmas, dan semuanya pasti membutuhkan penambahan maupun pembaruan alat kesehatan,” terangnya pada BANGSAONLINE.com, Senin (25/5).

Jebolan UNAIR Surabaya ini menjelaskan, alat kesehatan saat ini mulai diberlakukan standarisasi, dimana pengadaannya harus melalui E-katalog atau sudah diatur oleh pusat. Sedangkan, untuk daftar harga alat ditentukan oleh pemerintah pusat. Sehingga, untuk membeli alat standarisasi tersebut diperlukan biaya yang sangat besar.

“Pemakaian alat setiap tahunnya harus diupdate, agar tidak jadul. Dari situlah anggaran untuk alat kesehatan ini perlu ditambah,” tambahnya.

Selain itu, dipaparkan Saiful, meski mendapatkan post anggaran sedikit, tetapi berbagai upaya telah dilakukan guna mencukupi kebutuhan kesehatan di setiap puskesmas. Tidak hanya alat kesehatan yang masuk daftar anggaran, namun ketersedian obat yang ada disetiap puskesmas juga masuk di dalam rincian anggaran itu. Bahkan, biaya operasional JKN di setiap puskesmas juga masuk daftar anggaran tersebut.

“Alat kesehatan yang sering update seperti stetoskop, tensi meter, alat penyimpanan obat, kursi roda gigi dan alat-alat lain yang setiap tahunnya harus diperbaiki,” bebernya.

Kendati demikian, keluh Saiful, anggaran untuk alat kesehatan tahun ini lebih kecil dari pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1.725.000.000,-. Padahal, jika menilik perkembangan teknologi seharusnya pemyedian alat kesehatan seharusnya terus ditambah. Supaya pelayanan disetiap puskesmas bisa lebih baik dan profesional.

“Bila di setiap puskesmas alatnya memadai kan orang yang sakit tidak perlu dirujuk ke rumah sakit, kecuali kalau sakitnya itu sudah parah,” tutupnya. (wan/rvl)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...