KH Miftahul Ahyar Klaim PCNU di Jatim Menerima AHWA, Rais Syuriah NTT Heran

KH Miftahul Ahyar Klaim PCNU di Jatim Menerima AHWA, Rais Syuriah NTT Heran Drs KH Abdul Kadir Makarim. (foto: BANGSAONLINE)

”Dalam Munas dan Konbes kan sudah ditolak. Berarti Munas dan Konbes itu tak sah (kalau AHWA masih disosialisasikan),” kata Kiai Abdul Kadir Makarim. Kiai Abdul Kadir Makarim adalah teman seperjuangan Kiai Miftah dalam Muktamar NU di Makassar. Mereka sama berjuang mendukung KH Hasyim Muzadi sebagai Rais Am PBNU.

Bahkan, pasca Muktamar NU di Makassar Kiai Miftah sempat berpolemik keras dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai wakil ketua PBNU karena membela Kiai Hasyim Muzadi. Kiai Miftah baru reda setelah Gus Ipul mengancam akan membekukan PWNU Jawa Timur. Polemik dan ancaman Gus Ipul ini dimuat hampir semua media dan bisa dibrowsing di internet hingga sekarang.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, acara Pra Muktamar NU ke-33 yang dipusatkan di Asrama Haji Sudiang Makassar, 22-23 April 2015, berlangsung panas. Acara bertemakan ”Islam Nusantara sebagai Islam Mutamaddin menjadi Tipe Ideal Dunia Islam” yang dibuka oleh Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, itu hujan interupsi saat panitia menyosialisasikan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk pemilihan Rais Am kepada peserta.

”Acara ini sebenarnya kan seminar nasional tapi berubah jadi sosialisasi AHWA. Akhirnya peserta banyak yang interupsi menolak AHWA diterapkan pada Muktamar NU ke-33 di Jombang,” kata Ketua PWNU Sulawesi Utara KH Drs Syaban Mauludin kepada BANGSAONLINE.com April lalu (23/4).

Namun, kata Syaban Mauludin, upaya Panitia Pusat Muktamar NU ke-33 bisa dikatakan gagal total dalam menggiring peserta untuk mendukung AHWA. ”Ya bisa dikatakan seperti itu. Karena peserta banyak yang interupsi,” kata Kiai Syaban Mauludin.

Prof. Dr. H Nasruddin Suyuti, MSi, Ketua PWNU Sulawesi Tenggara, membenarkan bahwa peserta menolak AHWA diberlakukan dalam Muktamar NU ke-33 di alun-alun di Jombang. ”Sosialiasi itu tak efektif,” kata Prof. Dr. H Nasruddin Suyuti, MSi, kepada BANGSAONLINE.com Kamis sore (23/4/2015).

Menurut dia, semula dirinya masih ingin mendengar apa yang mau disampaikan oleh Pantia Pusat Muktamar NU ke-33. ”Tapi peserta sudah ramai interupsi,” kata Prof. Dr Nasruddin Suyuti.

Menurut Nasruddin Suyuti, peserta acara Pra Muktamar NU terdiri dari 10 PWNU dan sebagian PCNU dari Makassar. ”Dari 10 PWNU yang hadir kita sepakat menolak sistem AHWA ini diberlakukan dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang,” kata Prof. Dr. H Nasruddin Suyuti.

Begitu juga dalam acara Pra Muktamar NU di Lombok dan Medan AHWA juga ditolak diberlakukan pada Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang. Bahkan sebelumnya 25 PWNU dari 33 PWNU seluruh Indonesia menandatangi surat pernyataan menolak AHWA diberlakukan pada Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang. (tim)      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO