Pj. Sekdakab Kediri Adi Suwignyo (kiri) saat menyerahkan piala kepada salah satu pemenang. Foto: Ist.
Tak hanya event, sebelumnya Bupati Hanindhito juga mendorong pengembangan koi yang ada di wilayahnya dengan berbagai program. Antara lain pembinaan dan pendampingan, bahkan mencetak koi khas Kabupaten Kediri.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid. Usai event All Indonesia Koi Show Ke-19 yang digelar 16-18 Desember, Nur Hafid berencana memanggil kembali juri-juri dalam ajang ini untuk memberikan pendampingan kepada pembudi daya koi lokal.
“Kita akan tindak lanjuti dengan pembinaan-pembinaan. Kita juga minta tim juri untuk datang ke Kediri membina bagaimana membuat ikan-ikan (koi) yang bagus,” ungkapnya.
Selain pendampingan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri juga akan memberikan bantuan stimulan berupa indukan koi impor kepada pembudi daya yang tersebar di 26 kecamatan.
Harapannya, indukan yang didatangkan langsung dari Jepang ini dapat disilangkan dengan koi lokal untuk mencetak gen asli Kabupaten Kediri.
“Nantinya, bantuan induk ini akan disilangkan dengan koi lokal,” pungkasnya.
Adapun piala yang diperebutkan dalam ajang ini ada 3, yaitu piala utama dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Piala Gubernur Jatim, dan Piala Bupati Kediri. Ditambah lagi 100 kategori lain yang juga menyemarakkan acara tersebut. (tia/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




