Ilustrasi manusia tanpa bayangan. Foto : Int/persbiomaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menganalisa akan terjadi fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, terjadi mulai 7 September-21 Oktober 2022.
Fenomena ini, terjadi ketika matahari berada tepat diatas, sehingga tidak terbentuknya bayangan oleh benda tegak tidak berongga saat siang hari.
Perbedaan waktu Hari Tanpa Bayangan
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Dilansir Kompas.com, Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang menjelaskan, saat terjadi fenomena itu karena matahari berada tepat di atas kepala selama satu bulan lebih. Hal ini, disebabkan karena nilai delinasi Matahari bervariasi, antara 6 derajat LU-11 derajat LU sejak minggu kedua September hingga Minggu ketiga pada Oktober 2022.
Deklinasi sendiri adalah sudut apit antara lintasan semu harian Matahari dengan proyeksi ekuator Bumi pada bola langit (disebut juga ekuator langit).
Karena nilai deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia, maka matahari akan berada tepat di atas kepala saat siang hari.
"Karena bentang geografis Indonesia dari 6 derajat LU sampai dengan 11 derajat LS. Makanya, hari tanpa bayangan untuk setiap kota besar di indonesia berbeda-beda tergantung dari letak geografisnya," kata Andi.
Ia menambahkan, fenomena hari tanpa bayangan terjadi dua kali dalam setahun pada kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan.
Sedangkan, Kota yang terletak di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan, akan mengalami fenomena iru sekali dalam setahun, yaitu pada Solotis Juni (21/22 Juni) atau pada Solotis Desember (21/22 Desember).
Sementara itu, wilayah yang diluar garis tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepala ketika siang hari sepanjang tahun.
"Paling awal di Kota Sabang tanggal 7 September, paling akhir di Rote Ndao tanggal 21 Oktober," tuturnya.
Hari Tanpa Bayangan di Pulau Jawa dimulai dari Kepulauan Karimun Jawa, yaitu pada 8 Oktober dan berakhir di Semenanjung Blambangan pada 15 Oktober 2022.
Berikut jadwal Hari Tanpa Bayangan di seluruh Jawa Timur:
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




