GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik mengebut pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Banjarasi, Kecamatan Cerme, dengan Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Pengerjaan proyek jembatan yang dianggarkan pada APBD 2022 dengan pagu Rp 3,2 miliar, itu sudah mencapai 40 persen.
"Konstruksi jembatan sudah mencapai 40 persen. Semoga tuntas tepat waktu," ucap Camat Cerme, Umar Hasyim saat dihubungi BANGSAONLINE.com usai melihat progres pembangunan jembatan, Jumat (23/9/2022).
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
Menurutnya, jembatan penghubung Desa Banjarsari-Kedanyang merupakan akses jalan penghubung Kabupaten Gresik-Surabaya. Setiap hari akses jalan tersebut padat kendaraan para pekerja yang berangkat aktivitas, baik di Gresik maupun Surabaya.
"Sehingga, keberadaan jalan tersebut bisa mengurai kepadatan lalu lintas di kota Gresik," tuturnya.
Umar Hasyim menyatakan, sementara waktu dalam proses pengerjaan, jalan penghubung tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua (R2). Sedangkan untuk roda empat melewati jalur lain.
Ia berharap, pembangunan jembatan penghubung tersebut bulan November tahun ini sudah tuntas. Sehingga, bisa dimanfaatkan pengunaan jalan
Sekadar diketahui, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Banjarsari dengan Kedanyang yang bisa tembus hingga Kota Surabaya sepanjang sekitar 1,2 kilometer (km). (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






