Penampilan ludruk Baladda saat hari kedua Festival Seni Munali Patah 2022 di Dekesda Art Center, Senin (5/9/2022) malam. Foto: MUSTAIN/BANGSAONLINE
Penampilan ludruk Baladda ini membuat para pengunjung FSMP 2022 di Dekesda Art Center kerap tertawa, karena celetukan-celetukan segar dan kocak para pemain ludruk Baladda.
Para penonton tampak betah mengikuti jalannya cerita ludruk yang berseting masa penjajahan Belanda tersebut hingga akhir cerita.
Sebelum penampilan ludruk, Festival Seni Munali Patah mementaskan teater dari Komunitas Teater ARAR. Pentas mengusung naskah Keberagaman Sidoarjo yang ditulis oleh Riri Wulandari, dengan sutradara Ardi Maulana.
Para pemain Teater ARAR masih berstatus pelajar SD, SMP, dan SMA. Mereka terdiri dari Andre, Fitri, Riri, Lia, Radit, Brian, Muazzar, Salwa, Diah, Maulana, Iqbal, Zildan, Ardi, Nia, Nisa. Pementasan dibantu oleh kru Yunita, Niken, Fitri, Lely.
Sutradara Teater ARAR, Ardi Maulana mengatakan, sebuah penampilan cerita di mana budaya Sidoarjo yang mulai tergerus zaman. Pihaknya memperkenalkan budaya-budaya Sidoarjo yang hampir menghilang, bahkan jarang digunakan oleh anak-anak sekarang.
"Contohnya seperti memakai batik, menari tarian tradisional, permainan tradisional, jaranan, dan pencak silat sekalipun. Maka dari itu, kami mengangkat judul tersebut sebagai pengingat keberagaman Sidoarjo di masa lalu, sejenak," papar Ardi Maulana. (sta/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




