Penampilan pencak tradisional gol-gol di hadapan para pejabat Kabupaten Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Pamekasan, RB Fattah Jasin, mengapresiasi pencak tradisional gol-gol yang menyemarakkan pembukaan Bupati Cup 2022. Menurut dia, hal tersebut perlu dilestarikan.
"Luar biasa, penampilan pencak tradisional gol-gol ini perlu kita lestarikan," kata wakil bupati.
BACA JUGA:
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
Pencak tradisional gol-gol terdiri dari penabuh musik tradisional gol-gol, pesilat, hingga ‘can macanan’ berlaga di depan para pejabat Pemkab Pamekasan. Agenda yang berlangsung di GOR Nyalaran itu digelar Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan.
Kepala Bidang Olahraga Rekreasi Disporapar Pamekasan, Nanik Riskiyah, mengatakan bahwa penampilan musik tradisional gol-gol dilakukan dalam rangka menyambut multi event Bupati Cup 2022.
“Selain itu, juga sebagai upaya untuk terus melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga tradisional yang ada di Pamekasan, termasuk pencak tradisional gol-gol ini,” ujarnya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Kamis (28/7/2022).
Ia menjelaskan, maksud dan tujuannya tidak lain untuk melestarikan pencak tradisional gol-gol pada generasi milenial agar tetap menjaga nilai-nilai sportifitas.
“Serta mengenalkan serta mempromosikan pencak silat gol-gol sebagai hasil karya adiluhung, budaya dan peradaban para tokoh jawara-jawara leluhur kita,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Pamekasan, Kusairi, menyebut pencak tradisional gol-gol merupakan kebudayaan yang dimiliki Bumi Gerbang Salam dan tidak ada di daerah-daerah lain.
“Kalaupun mungkin ada, pastinya tidak sama,” ucapnya.
Sebab itu, penampilan pencak tradisional gol-gol ini diharapkan menjadi penggedor bagi masyarakat Pamekasan untuk terus melestarikan budaya yang ada di Pamekasan.
“Kita boleh maju di bidang teknologi, tapi kita tidak boleh meninggalkan budaya dan adat istiadat daerah kita,” tegasnya. (adv/dim/mar).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




