Ilustrasi.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Seorang santri salah satu pesantren di Desa Sepande, Kabupaten Sidoarjo, menjadi korban pemukulan. Santri itu berinisial AL (16) warga Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Dari informasi yang didapat, AL mengalami tindak kekerasan oleh temannya sewaktu berada di pondok. Insiden itu dipicu karena korban dan terlapor, MZ (16 tahun), awalnya sempat terlibat cekcok saling mengejek di asrama santri.
BACA JUGA:
- Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Mobil di Sidoarjo
- Sidang Penggelapan Kasur di Sidoarjo: 7 Ponpes Sudah Bayar Lunas, Tapi Uang Rp620 Juta Tak Disetor
- Diduga Dipicu Klakson, Pria di Waru Sidoarjo Sabet Pengendara Mobil dengan Celurit
- Kasus Perusakan Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejari Sidoarjo
Pada saat itu, AL mengaku diejek oleh MZ yang merupakan teman satu angkatannya di pondok tersebut. Gara-gara ejekan itu, AL kemudian terlibat bersitegang dengan MZ yang berakhir dengan pemukulan oleh MZ kepada AL.
Akibat insiden pemukulan itu, AL akhirnya menderita sejumlah luka lebam di bagian mata sebelah kirinya. Selain itu, darah juga mengucur deras dari bagian hidungnya akibat pukulan yang dia terima.
Insiden ini pun membuat ayah AL, Acok Andriyanto (44) terpaksa melapor ke kepolisian di Polresta Sidoarjo. "Iya benar laporan ini sudah kami terima, saat ini masih sedang kami proses," kata Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono saat dikonfirmasi, Selasa (12/7/2022).
Novi melanjutkan, saat ini petugas kepolisian sedang mengajukan berkas laporan itu pada Kasatreskrim Polresta Sidoarjo. Setelah itu, baru berkas itu bakal diserahkan ke unit PPA guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




