Para Staf Sekretariat DPRD Surabaya melenggang di Zebra Cross saat memeringati Hari Kartini. (Maulana/BANGSAONLINE)
''Hari ini lebih lama dandan, soalnya seragamnya tidak biasa,'' ujar Henny, Staf Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya. Dia mangaku harus meluangkan waktu lebih lama dalam berdandan saat hendak berangkat kerja. Hal ini lantaran selain harus menyiapkan kebaya, juga harus memberikan sentuhan make up yang lebih dari biasanya.
Hal serupa dikayakan Harin Kusrini, Ajudan Ketua DPRD Surabaya. Menurutnya, beberapa peserta mengakui menyiapkan dandanan lebih lama dari biasanya. Namun, kata dia, baginya hal itu sudah biasa. ''Perempuan memang sudah terbiasa seperti ini, bagi saya sudah biasa karena memang sudah dipersiapkan,'' katanya.
Menurut Harin, meski 'Kartinian' digelar setiap tahun di DPRD Surabaya, namun baru kali ini acara dikemas dengan lomba fashion show. Tujuanya, kata dia, selain untuk memeriahkan Hari Kartini, juga untuk meingangatkan masyarakat mengenai harkat dan martabat wanita.
''Apapun profesinya, dengan perayaan Hari Kartini ini kita bisa mengingatkan tentang harkat, martabat, dan kodrat wanita,'' kata Alumnus IAIN Sunan Ampel Surabya tersebut.
Di akhir acara, para 'Kartini DPRD Surabaya' tersebut foto bersama. Beberapa dari mereka bahkan kerap ber-selfie ria sebelum kemudian beraktifitas seperti biasanya.
Apa tidak ribet bekerja dengan mengenakan kebaya? ''Tidak, biasa saja. Malah lebih enak,'' sergah Engel yang duduk sebagai Staf Sekretaris Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




