Kabid Pembinaan SMP Dispendik Ngawi, Samirun.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Ngawi menyiapkan empat jalur pilihan untuk pelajar di wilayahnya yang akan memasuki jenjang sekolah menengah pertama (SMP) khususnya negeri. Namun, penerimaan peserta didik baru (PPDB) lebih diprioritaskan melalui daerah terdekat atau sistem zonasi.
"Kita sudah menyiapkan penjaringan peserta didik untuk SMP Negeri melalui empat sistem," kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Ngawi, Samirun, Jumat (20/5/2022).
BACA JUGA:
- Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Galian C Ngawi
- Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam Petelur, Minta Perbaiki Pengelolaan Limbah
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
- Gandeng Kejari, Pemkab Ngawi Perkuat Payung Hukum Program Strategis Daerah
Ia menuturkan, penjaringan untuk peserta didik tingkat SMP diprioritaskan melalui zonasi. Selain itu, pihak SMP juga melakukan afermasi (golongan tidak mampu), kepindahan, dan jalur prestasi.
"Tetapi untuk PPDB SMP negeri lebih memprioritaskan zonasi, sedangkan untuk kepindahan dan prestasi sisanya. Kuotanya sedikit lah," tuturnya.
Dengan demikian, lanjut Samirun, pihak sekolah dan murid lebih efektif dalam proses belajar mengajar. Sebab dengan mengutamakan daerah terdekat program kegiatan belajar mengajar (PKBM) diharapkan dapat memperlancar dan mempermudah siswa siswi.
Sedangkan untuk jalur afermasi atau keluarga tidak mampu juga dapat memilih sekolah yang dikehendaki namun seyogyanya mereka memilih sekolah yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, kecuali nilai dari siswa tersebut cukup baik, sehingga dapat memilih sekolah yang dikehendaki.
"Sebenarnya sistem PPDB ini memudahkan bagi murid maupun orang tua untuk ke depannya. Juga perkembangan peserta didik sendiri. Selain penjaringan PPDB tingkat SMP Negeri untuk memudahkan PKBM juga sesuai dengan Permendikbud No 1 tahun 2021," urai Samirun. (nal/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




