Para pengendara sepeda motor di Jalan Dr Mostopo Surabaya berhenti karena lampu merah di triffic light (TL ) itu menyala. Di triffic light (TL) ini suara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setiap saat terdengar keras. Foto: bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya tampaknya perlu mendengarkan suara warga Kota Surabaya. Terutama keluh kesah para pengendara sepeda motor yang kepanasan menunggu lampu merah yang menyala berganti kuning dan hijau di triffic light (TL) di perempatan Kota Surabaya.
“Panase koyok ngene disuguhi pidato wali kota. Mbok yo lagu-lagu seng enak dirungukno ta opo (panasnya matahari kayak gini disuguhi pidato wali kota. Ya dikasih lagu-lagu yang enak didengarkan atau apa gitu),” ujar Diah Kusuma, perempuan pengendara sepeda motor. Ia tiap hari berpacu dengan panas matahari karena profesinya menuntut banyak di lapangan.
BACA JUGA:
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Eri Cahyadi Naik Haji, Armuji Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Surabaya
- Hapus Stigma Kapitalis, Eri Cahyadi Puji Kemandirian Kampung Pancasila Banjarsugihan
- Eri Cahyadi Ancam Ganti Jukir yang Tolak Program Digitalisasi Parkir
Gondrong Pamungkas, pengendara lain, langsung tertawa.
“Lah Iyo mosok pidato terus (Iya masak selalu pidato),” katanya sambil tertawa. “Kan enak dikei lagu-lagu Suroboyoan. Syukur lagu dangdut, ” tambahnya sembari tertawa.
Intinya, mereka ingin area publik di kota Surabaya banyak dihiasi asesoris dan nilai kepahlawanan yang menyenangkan, bukan pidato monoton.
“Ya, lagu-lagu yang membuat warga terhibur, tapi ada nilai edukasinya,” kata Diah Kusuma.
Ia mengakui bahwa awalnya pidato Wali Kota Eri Chayadi itu bagus dan sangat bermanfaat, terutama saat pandemic Covid-19.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




