KH Idrus Ramli: PCNU Cirebon “Jual" NU ke Syiah

KH Idrus Ramli: PCNU Cirebon “Jual" NU ke Syiah KH. Idrus Ramli

Ia menyatakan pembelaan ISNU Cirebon terhadap Syiah bisa jadi terkait dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj yang berasal dari Cirebon. Namun terlepas dari seminar tersebut, menurut Kiai Idrus Ramli, selama ini Kiai Said Aqil selalu membela Syiah. ”Dalam kasus Sampang ketua umum kita Kiai Said Aqil membela Syiah,” kata Kiai Idrus Ramli yang tadi malam mengaku berada di Batam.

Begitu juga dalam wawancara dengan Aula, majalah milik PWNU Jawa Timur. “Dalam salah satu wawancaranya di majalah Aula Kiai Said Aqil menyatakan bahwa perbedaan kita dengan Syiah hanya bersifat furuiyah (cabang),” tambahnya.

Padahal, tegas Kiai Idrus Ramli, perbedaan antara NU dan Syiah adalah perbedaan ushul (aqidah) dan sumber pengambilan hukum. ”Begitu juga secara ideologi, NU beda dengan Syiah,” kata Kiai Idrus Ramli. Menurut dia, secara ideologi Syiah mengacu kepada konsep Imamah. Nah, dari konsep Imamah inilah kemudian berbeda dengan NU dari semua segi.

”Menurut Syiah, setelah Nabi wafat yang berhak menggantikan adalah Sayyidina Ali. Itu berdasarkan nash yang mereka yakini. Kalau bukan Ali yang menggantikan Nabi, menurut nash Syiah, berarti ada kedzaliman. Jadi tiga khalifah (Abu Bakar, Umar dan Utsman) yang jadi khalifah sebelum Ali, menurut Syiah, dzalim semua,” kata Kiai Idrus Ramli.

Menurut dia, dari konsep Imamah inilah akhirnya Syiah melecehkan tokoh-tokoh Islam yang jadi simbol Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. “Mereka mengkafirkan tokoh-tokoh Aswaja,” tegasnya.

Menurut dia, Said Aqil bukan hanya membela Syiah tapi semua pemikirannya berparadigma Syiah. Ia menyebut buku-buku yang ditulis Said Aqil, antara lain: Ahlussunnah Wal Jamaah dalam Lintas Sejarah. “Buku itu ditulis waktu Said Aqil baru pulang dari Timur Tengah,” katanya.

Dalam buku tersebut, tutur Kiai Idrus Ramli, Said Aqil menganggap bahwa Aswaja yang dikonsep Hadratussyaikh Hasyim Asyari, pendiri NU, tidak jamik-manik. Jadi Said Aqil merendahkan pemikian Kiai Hasyim Asy’ari.

Begitu juga tentang tashawuf yang ditulis Said Aqil. Menurut dia, juga beraparadigma Syiah. ”Ibarat HP cashingnya Nokia, tapi software-nya China,” kata Kiai Idrus Ramli. Jadi, menurut dia, meski Kiai Said Aqil membahas masalah Aswaja, tapi paradigmanya tetap Syiah.

Karena itu, dia berharap NU ke depan dipimpin oleh figur NU yang ber-ahlaqul karimah. Ia secara tegas menolak Kiai Said Aqil menjadi ketua umum PBNU kembali. Alasannya karena Kiai Said Aqil pernah menganggap Sahabat Utsman pikun. Selain itu, menurut dia, Kiai Said Aqil pernah menyatakan bahwa kiai-kiai NU bodoh dan tidak dapat hidayah hanya karena tidak mau mengakui Syiah. ”Itu ada videonya. Video itu tersebar di You tube,” katanya. (tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO