KH Mansyur, MPd.I dan Nanang A, wartawan BANGSAONLINE.com Magetan. Foto: Nanang/BANGSAONLINE
Sebagian agenda yang akan digelar diantaranya, Qoryah Nahdliyah Award (pemilihan kampung NU), bazar atau pasar malam, lomba drum band yang melibatkan sekolah-sekolah, seribu rebana, jalan-jalan sehat (JJS), dan lomba khatmul qur’an. “Biasanya dari masing-masing penyelenggara program itu akan ada penambahan panitia melihat lebih efektifnya persiapan itu,” terangnya.
Ia berharap dengan diadakan sejumlah acara tersebut, warga NU baik yang struktural ataupun kultural serentak tertarik meramaikan ajang muktamar di Jombang nanti. “Agar semua warga Nahdliyin lebih besar kecintaannya terhadap NU. Selama ini banyak warga nahdliyin yang kultural dari sisi amaliyahnya, tapi terhadap sisi kelembagaan NU sendiri masih belum paham betul,” tuturnya.
Terkait tempat pelaksanaan, ia akan memilih lokasi di beberapa kecamatan dan daerah pedalaman Jombang. “Mayoritas agenda pra-muktamar itu akan dilaksanakan di daerah pinggiran Jombang, seperti Bareng, Wonosalam, dan daerah yang lain. Berharap di daerah itu juga ikut andil prihal ini,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Daerah Jawa Timur H Saifullah Yusuf mengatakan, dalam waktu dekat akan fokus pada acara pra Muktamar diantaranya roadshow di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur seperti Madiun, Malang Raya, Kediri, Banyuwangi, Pasuruan, Tuban dan Madura. Sosialisasi dalam bentuk acara shalawat, Car Free Day (CFD), Khotmil Quran dan Fun Bike. Ia menginginkan seluruh masyarakat Jawa Timur merasa disapa dan ikut berperan aktif menyuseskan Muktamar.
Muktamar NU yang dijadwalkan akan dibuka Presiden Joko Widodo juga melibatkan para tukang becak dan tukang ojek. Menurutnya, untuk menyukseskan penyelenggaraan Muktamar NU tahun ini, panitia akan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Mulai dari tukang becak, tukang ojek, pedagang kaki lima (PKL) hingga pengusaha.
Keterlibatan tukang becak dan ojek ini, tak lepas dari keinginan untuk memberdayakan masyarakat ekonomi bawah. Namun, berapa jumlahnya, Gus Ipul belum bisa memastikan. Termasuk, apakah mereka memakai baju seragam atau tidak. “Nantilah. Kalau urusan teknis, untuk sekarang saya belum bisa menjawab. Sekarang baru pemberitahuan awal dulu,” imbuhnya.
Sedangkan untuk jumlah peserta, Gus Ipul memperkirakan Muktamar NU 2015 akan dihadiri lebih dari 15 ribu orang. Mereka terdiri dari 3.500 sampai 4.000 peserta dan sisanya penggembira. “Saya yakin tempat (Ponpes) yang kami tunjuk bisa menampung puluhan ribu orang. Pengalaman di Kediri, tempat yang disediakan cukup untuk menampung puluhan ribu orang,” tuturnya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




