Medianto menambahkan, kegiatan ini menjadi tahapan awal pihaknya untuk mencari dan menemukan ide bisnis dari santri di seluruh Indonesia, hingga ditemukan yang terbaik untuk dilakukan pendampingan.

"Kebetulan tahap pertama di Jawa Timur dulu, kemudian nanti akan dilebarkan sayapnya di daerah lain.Yang terpilih dapat apresiasi dan kelanjutannya akan kami dampingi terus, proses bisnisnya melalui WA ada Omah Asa, Ardaya juga mendampingi," tegasnya.
Dijelaskan, untuk pendampingan yang dimaksud dapat dilakukan dengan berbagai metode sebagai penunjang proses bisnis para santri mengembangkan usahanya.
"Bisa capacity building atau bimbingan yang lain seperti desain misalnya, komunikasi, digital. Permodalan dari Rp 20 Juta kami stimulan, bisa berkembang atau tidak, jika bagus akan kami lanjutkan," beber Medianto.
Sementara, salah satu finalis itu adalah tim yang dikomandani Saichu Amrulloh, mahasiswa semester VIII Fakultas Teknik Unhasy. Tim ini terdiri dari tiga orang. Mereka mengajukan wirausaha minuman boba herbal.
"Boba milik kita ini berbahan herbal, di antaranya kunyit. Jadi seperti jamu, lebih menyehatkan. Kita sudah membuka gerai di sekitar pesantren Tebuireng. Masih merintis," pungkasnya. (aan/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




