Orang tua korban saat melaporkan ke SPKT Mapolres Pasuruan.
Semula, perbuatan pelaku tak terendus. Korban pun tak bercerita dengan apa yang menimpanya. Hingga dua pekan terakhir. Perilaku korban tampak berubah. Ia sering murung, bahkan suka marah-marah sendiri.
Dari situlah orang tua korban curiga. Mereka pun mendesaknya. Hingga akhirnya, korban pun bercerita kalau ia memang telah dinodai oleh Alfan.
Hal itu membuat orang tua korban syok. Apalagi, melihat kondisi korban yang tampak sakit. Pihak keluarga kemudian membawa korban ke RSUD Bangil.
“Awalnya dikira sakit tipes. Ternyata, ada masalah pada kejiwaannya. Pihak rumah sakit kemudian menyarankan untuk membawa korban dirawat ke RSJ Lawang,” tutur Wahyu.
Hingga saat ini, korban sedang dirawat di RSJ Lawang karena depresi berat. Hal inilah yang membuat pihak keluarga tak terima. Mereka mendatangi pihak kepolisian agar pelaku ditindak.
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto mengungkapkan, laporannya belum masuk ke mejanya. Yang jelas, pihaknya akan bertindak, kalau memang laporan tersebut masuk. “Mungkin masih di SPKT. Yang jelas, kalau ada laporan, tentunya akan kami tindaklanjuti,” timpalnya. (maf/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




