Lokakarya tentang Pengelolaan Terpadu Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Pasuruan oleh Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Kabupaten Pasuruan.
Dalam tiga tahun terakhir, kegiatan ICRAF melalui Gerakan Rejoso Kita berfokus ke wilayah hilir dengan program pengenalan budi daya padi ramah lingkungan.
Koordinator Gerakan Rejoso Kita, Dr Ni’matul Khasanah, menjelaskan, pihaknya juga mengenalkan program percontohan sumur bor.
Ketika petani di hilir DAS Rejoso di Kabupaten Pasuruan mendapatkan anugerah berupa melimpahnya persediaan air tanah. Mereka membuat sumur bor untuk irigasi pertanian.
Selain itu, pengeboran tersebut juga terjadi karena konstruksi sumur bor yang kurang baik.
“Di sektor hilir, kita ajak petani dengan budidaya padi ramah lingkungan. Produktivitas padi ramah lingkungan bisa lebih hemat air,” tambahnya.
Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia sebagai salah satu narasumber menyatakan bahwa DAS merupakan rumah bersama, semua elemen di dalamnya patut berpartisipasi untuk menjaga keberlanjutannya.
“Sebagai bagian dari DAS Rejoso, pabrik kami AQUA Keboncandi berusaha menjadi bagian dari solusi dengan melakukan program konservasi antara lain penanaman pohon 283.000 maupun pembuatan sumur resapan sebanyak 250 unit di daerah resapan air,” jelasnya.
“Kolaborasi adalah kunci, untuk itu kita bangga menjadi bagian dari Forum Koordinasi Pengelolaan DAS dan juga menggandeng mitra lokal, melibatkan masyarakat dan mendapatkan arahan dari lembaga pemerintah terkait antara lain DLH, TNBTS maupun Perhutani. Kami berterima kasih dan mengapresiasi semua pihak yang sudah mendukung kami, untuk bergotong royong mewujudkan DAS Rejoso yang lestari,” pungkasnya. (mid/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




