Diskominfo saat menggelar FOPD dengan sejumlah nara sumber anggota DPRD Gresik. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE.com
"Kami terus bersinergi dengan sejumlah OPD untuk memajukan program informatika dan elektronik agar muda dimanfaatkan publik. Insya Allah program Go Tani, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa masuk ke Informatika," katanya.
Siti Jaiyaroh juga mengungkapkan sejumlah keberhasilan diskominfo dalam menjalankan program. Salah satunya, SPBE (sistim informasi berbasis elektronik), yang merupakan satu dari program smart city.
"Alhamdulillah SPBE Gresik terbaik ketiga di Jawa Timur setelah Banyuwangi (nomor 1), dan Lamongan (nomor 2)," terangnya.
Sementara Mustajab, mengapresiasi kinerja diskominfo. Ia menyatakan, bahwa Kabupaten Gresik ditetapkan Menkominfo RI menjadi kabupaten yang program smart city-nya bagus.
"Makanya, diskominfo perlu dukungan anggaran agar program makin maju. Sekarang sudah serba elektronik. Sejumlah daerah misal untuk tanda tangan sudah pakai elektronik. Jadi, pejabat di mana pun bisa tanda tangan pakai elektronik saat dibutuhkan masyarakat. Gresik sudah waktunya," kata Sekretaris DPD PAN Gresik ini.
Senada juga dikatakan Catur Dadang Rahardjo. Ia juga mengaku sangat mendukung kalau anggaran Diskominfo ditingkatkan untuk mendukung program.
"Ajukan anggarannya. Komisi III siap mengawal anggaran yang dibutuhkan. Saya minta Bappeda jangan asal kepras kalau anggaran sudah disetujui DPRD. Sebab, persetujuan anggaran itu merupakan kesepakatan Bupati dan DPRD yang ada dokumennya," cetusnya.
Sementara Solehudin, dalam FOPD tersebut banyak mengupas soal regulasi OPD dalam menjalankan program. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




