Disaksikan Wapres, Petrokimia Raih Apresiasi Tertinggi Propernas Emas dari KLHK

Disaksikan Wapres, Petrokimia Raih Apresiasi Tertinggi Propernas Emas dari KLHK Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo bersama jajaran direksi usai menerima penghargaan dari Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar disaksikan Wapres RI, KH. Ma'ruf Amin di Jakarta. foto: ist.

“Program ini menjadi solusi komprehensif, bahkan mampu memberikan nilai tambah atas segala permasalahan peternak sapi yang selama ini menjadi momok,” papar Dwi Satriyo.

Melalui program literasi, lahirlah tabungan limbah ternak, produk media tanam, serta kemudahan membayar premi Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTS/K) yang dapat melindungi usaha peternak. Dimana limbah yang disetorkan kepada Bank Literasi ditukar dengan rupiah yang dapat digunakan untuk membayar premi asuransi.

Sedangkan tabungan limbah ternak itu sendiri digunakan sebagai bahan baku media tanam/pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura. Selanjutnya, hasil panen dari tanaman hortikultura diolah menjadi produk jamu dan katering yang dapat dijual langsung ke konsumen.

Tomi Distianto, Local Hero dalam Program Literasi mengungkapkan bahwa dirinya dan masyarakat Sumbersari merasakan adanya perubahan yang signifikan sejak tahun pertama pembinaan hingga sekarang.

“Dari peternak yang hanya tahu merumput setiap hari kini mengerti soal silase dan fermentasi, dari peternak yang menumpuk kotoran ternak dan hanya menjadi limbah kini berkembang produktif mengubahnya menjadi berkah.” ungkapnya.

Dengan adanya program literasi, anggota menganggap beternak sapi bukan lagi sebagai kerja sambilan. Sehingga mereka lebih fokus dalam mengembangkan usaha ini untuk peningkatan kesejahteraan. “Dengan demikian, upaya regenerasi peternak sapi juga berjalan otomatis,” imbuh Tomi.

Di sisi lain, inovasi Petrokimia di bidang industri selama tahun 2021 yang juga berkontribusi pada perolehan Propernas Emas antara lain, berhasil menurunkan konsumsi energi turbin 101-JT dengan menurunkan tekanan Surface Condenser 101-JTC, menurunkan emisi Partikulat dan NH3 di Pabrik ZA I/III dengan Pemasangan The New X-Scrubber System, optimalisasi pemanfaatan Crude Gipsum sebagai produk Gipsum Pertanian guna memperbaiki kondisi tanah, optimalisasi limbah ternak sebagai media tanam menggunakan Petro Gladiator, program Advance Washing System atau pengurangan pemakaian air baku, serta program Oyster Reef untuk perlindungan mangrove terhadap gelombang laut.

Atas inovasi-inovasi tersebut, Petrokimia mampu menghemat biaya operasional hingga Rp 258 miliar.

Untuk itu, Dwi Satriyo menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan saat ini bukan lagi sebatas kewajiban, tapi sudah menjadi kebutuhan sebuah industri dalam upaya meningkatkan competitiveness.

"Pencapaian ini memang yang tertinggi, tapi upaya pengelolaan lingkungan bukan berarti berhenti sampai di sini. Komitmen ini harus terus ditingkatkan, karena semakin baik pengelolaan lingkungan hidup sebuah perusahaan, maka semakin banyak dampak positif yang bisa diberikan maupun didapatkan,” pungkas Dwi Satriyo. (hud/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO