Bocah di Sidoarjo Jadi Korban Kekerasan, Sang Ibu Menanti Keadilan

Bocah di Sidoarjo Jadi Korban Kekerasan, Sang Ibu Menanti Keadilan Ilustrasi

"Usai dijewer itu anak saya dikasih uang saku dari tamu yang kebetulan di rumah mantan suami, kemudian ditunjukkan kepada ayahnya. Tiba-tiba ayahnya marah dan membenturkan kepala anak saya ke lemari hingga anak saya mengalami gegar otak ringan dan trauma yang membekas sampai sekarang," ucap Alinda.

Atas kejadian enam bulan lalu itu, Alinda mencari kepastian hukum atas apa yang dialaminya. Sebagai ibu korban, dia menunggu kabar baik pelaku ditangkap dan dihadapkan ke meja hijau. Jalur formil hukum dia tempuh dengan melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian.

Kendati sudah dilaporkan dan sudah koperatif dalam menjalani aturan hukum, mantan suami yang terduga terlapor masih berkeliaran. "Toh sudah divisum dan kronologi sudah jelas, kenapa tidak ada tindakan sampai saat ini. Sakit hati saya mas harus melihat anak saya trauma selama ini," ungkapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja saat dikonfirmasi atas peristiwa yang sebelumnya viral di media sosial itu mengatakan akan meninjau dan segera menindaklanjuti hal tersebut. "Akan ditinjau dan kita tindak lanjuti," ungkapnya singkat.

Kasus kekerasan anak di bawah umur yang menimpa DR anak dari Alinda ini menambah deretan kritikan masyarakat terhadap kinerja kepolisian. Pertanyaan kemudian muncul: mengapa setelah kisah Alinda viral di media sosial langkah cepat baru dilakukan kepolisian?

Di sisi lain, Alinda harus menunggu kepastian di tengah trauma yang dialami oleh sang buah hati akibat kelakuan ayahnya sendiri. (cat/rev)