Berbekal barang bekas, warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim hasilkan karya berkualitas, salah satunya seperti kapal dari kayu bekas tersebut.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Balai latihan kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim, mengaryakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan mengolah barang bekas menjadi karya berkualitas.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim, Sohibur Rachman, mengatakan para WBP diberikan berbagai pelatihan untuk membuat kerajinan tangan. Hasil kerajinan tangan yang dibuat WBP pun tidak kalah bersaing dengan karya pengrajin lainnya.
BACA JUGA:
- Jelang Iduladha, PLN Siagakan Listrik di Sampang dan Dorong SPKLU di Madura
- Korban Penipuan Umrah PT Anisa Berkah Wisata Kawal Proses Hukum
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
Menurutnya, kerajinan tangan tersebut sebagian besar terbuat dari bahan kayu bekas, lalu diolah menggunakan alat pemotong yang ada di Balai Latihan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim.
“Ukiran yang sangat teliti dan pengecatan rapi, menurut saya sudah layak dipasarkan ke luar karena kualitasnya tidak akan mengecewakan konsumen yang membelinya,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Senin (11/10).

“Untuk saat ini kami sedang mengerjakan pesanan backdrop di Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) V/4-3 Pamekasan, selain pembuatan backdrop dan kerajinan lain kami juga memberdayakan WBP kami untuk kegiatan bercocok tanam seperti menanam sawi, terong, dan juga membudidayakan ikan cupang," paparnya.
Produk Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim berupa backdrop ini sudah terpasang di Bapas Kelas II Pamekasan.
Sementara itu, Kasubsi Sarana Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim, Ridwanul Hakim, menjelaskan proses pembuatan kerajinan rata-rata membutuhkan waktu 3-4 hari sampai proses finishing.
"Untuk ke depannya sesuai dengan arahan Bapak Kalapas, kami akan membuat miniatur kapal atau perahu Madura di dalam botol yang mana nanti akan menjadi cenderamata bagi lkeluarga WBP atau Tamu Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim yang berkunjung," kata Hakim. (Pmk1/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




