Tol Trans Madura, Ketua PCNU Sumenep: Meniadakan Pedagang Kecil, Untungkan Kelas Menengah

Tol Trans Madura, Ketua PCNU Sumenep: Meniadakan Pedagang Kecil, Untungkan Kelas Menengah KH Pandji Taufiq. Foto: NU Online Jatim

Pantauan BANGSAONLINE.com titik macet jalan raya di Madura bertumpu pada dua tempat. Yaitu di jalan raya pasar tradisional Tanah Merah dan Blega. Dua-duanya masuk Kabupaten Bangkalan.

Kini sepanjang jalan provinsi di Madura penuh dengan pedagang kecil, terutama kuliner. Para pedagang itu tumbuh pesat di pinggir jalan, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumanep.

Seperti diberitakan, pada Kamis (16/9/2021) lalu sejumlah tokoh Madura menggelar FGD (Focus Group Discussion) bertema Urgensi Pembangunan Tol Trans Madura di kampus Universitas Dr Soetomo Surabaya.

Dalam undangan yang beredar banyak pejabat penting yang dijadwalkan menyampaikan sambutan. Di antaranya Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Namun dua pejabat tinggi negara tersebut tak hadir. Mahfud MD diwakili Imam Marsudi, stafsusnya, sedang Gubernur Khofifah diwakil Plh Sekdaprov Heru Tjahjono.

Hanya Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron yang hadir memberikan sambutan. Tiga bupati di Madura lainnya, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, juga tak hadir. Mereka mewakilkan pada wabupnya masing-masing.

Dalam undangan itu tertera Ketua Panitia H Ahmad Zaini, Sekretaris Dr Harun Al Rasyid, dan penasehat Dr KH R Syafi Rofii.

Ahmad Zaini mengklaim bahwa Tol Trans Madura itu sangat diharapkan masyarakat Madura. (tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Minta Pesawat yang Bisa Mendarat di Matahari':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO