Puncak Musim Kemarau, Pemkot Kediri Antisipasi Kebakaran Lahan

Puncak Musim Kemarau, Pemkot Kediri Antisipasi Kebakaran Lahan Tim Damkar Kota Kediri saat beraksi memadamkan kebakaran lahan tebu. foto: ist.

Koordinasi dengan kelompok tani juga dilakukan oleh Lurah Ngronggo, Heru Sugiarto. Hal ini dilakukan karena wilayahnya yang berdekatan dengan lahan perkebunan tebu, sehingga rawan .

“Kami mewanti-wanti para petani untuk tidak membakar daduk bekas panen tebu saat angin kencang. Kalaupun harus membakar daduk, yang paling penting tidak ditinggal sebelum api padam, selalu diawasi,” ujar Heru.

Ia menyampaikan, sempat terjadi tebu yang belum dipanen dekat pemukiman warga. Kebakaran diduga berasal dari rembetan api pembakaran sisa panen tebu di lahan yang lain. Api berhasil dipadamkan setelah 1,5 jam oleh tim Pemadam Kebakaran Kota Kediri.

Berkaitan dengan kekeringan, Lurah Pojok Erly Maya Muryati menyampaikan bahwa pada tahun 2020 di wilayahnya telah dibangun sumur dengan kedalaman 120 meter yang terletak di RT 24 dan sudah digunakan oleh warga.

“Ada juga sumur di RT 23, air sumur disalurkan melalui instalasi pipa ke rumah-rumah warga. Sehingga kami yakin di tahun 2021 ini Kelurahan Pojok bebas dari kekeringan,” ujar Erly.

Untuk mengantisipasi kebakaran, lanjut Erly, LMDH Pojok Berkembang bersama Perhutani dan relawan juga telah melakukan penghijauan di area Bukit Klotok.

Selain itu, BPBD Kota Kediri juga telah melakukan tindakan preventif dengan memberi pelatihan mitigasi bencana pada masyarakat. BPBD juga memasang papan peringatan dan rambu jalur evakuasi bencana pada kawasan rawan bencana kebakaran. (uji/rev)