Rumah Ririn yang tak berpenghuni pasca dijual. foto: Haris/BangsaOnline.com
LAMONGAN (BangsaOnline) - Warga Lamongan yang bernama Ririn, salah satu dari 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap otoritas Turki ternyata sudah lama tidak menetap di rumahnya yang beradia di Desa Kandang Semangkon, Paciran, Lamongan. Bahkan rumah tersebut ternyata sudah dijual.
Suparmi (40) yang mengaku kerabatnya mengaku tidak percaya kalau Ririn ditangkap oleh otoritas Turki di perbatasan Turki-Suriah karena diduga akan bergabung dengan ISIS.
BACA JUGA:
- Napiter WBP Lapas Surabaya Ucapkan Janji Setia kepada NKRI
- Komandan Al Qaida Tewas dalam Baku Tembak melawan Militer AS
- Iran akan Serang AS, Jenderal Iran Qassem Suleimani Dibunuh dengan Drone atas Perintah Trump
- Sore Tadi, Teroris ISIS asal Somalia Ledakkan Mobil, Lalu Tusuk Wajah Warga Melbourne sampai Mati
"Ririn dan keluarganya dikenal berperilaku baik terhadap kerabat maupun tetangganya meski agak tertutup dengan tetangga", ungkapnya.
Suparmi mengaku, rumah tersebut sudah dijual kepada salah seorang warga Desa Kandang Semangkon dan kini rumah tersebut kosong tanpa penghuni. Suparmi mengaku, rumah tersebut sudah kosong sejak 2 bulan lalu.
"Rumah iru sudah dijual ke salah satu warga desa dan hingga kini belum ditempati oleh pemilik barunya," aku Suparmi.
Hanya saja setelah menjual rumahnya ini, keberadaannya menghilang. "Tidak tahu kemana perginya apalagi ia pergi dengan membawa serta ke-tujuh anaknya", jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




