Salah satu petugas keamanan kampus yang marah sambil menuding-nuding mahasiswa, sedang ditenangkan oleh rekannya. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sejumlah mahasiswa IAIN Kediri melakukan aksi demo di halaman rektorat, Jumat (27/8). Salah satu tuntutan mahasiswa dalam demo tersebut, meminta agar dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi dipecat.
Demo mahasiswa itu sempat diwarnai aksi bakar ban dan aksi saling dorong dengan petugas keamanan kampus.
BACA JUGA:
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
- Libur Panjang Bikin SLG Kediri Dipadati Wisatawan, Parkir Dibuka Penuh
Awalnya, para mahasiswa menggelar orasi di depan gedung rektorat dan meminta pihak rektorat menemui mereka. Namun permintaan tersebut tidak dituruti oleh pihak rektorat.
Karena tidak ada respons, para mahasiswa memaksa untuk masuk ke dalam kantor rektorat, namun dihalang-halangi petugas keamanan kampus.
Aksi demo yang semula berjalan damai berubah anarkis. Mahasiswa terus merangsek ke depan pintu masuk gedung yang sedang dijaga petugas keamanan kampus. Sehingga sempat terjadi aksi saling dorong.
"Aksi ini sesuai prosedur Pak. Kita minta ditemui oleh Rektor. Tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan. Bapak ikut melindungi penjahat seksual," teriak Kholifah Putri, korlap aksi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




