Pedagang Atribut Agustusan di Bumi Gerbang Salam. (foto: ist)
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 membuat penjualan atribut agustusan di Kabupaten Pamekasan sepi pembeli. Bahkan, anjlok hampir 90 persen. Hal ini diungkapkan oleh Achmad, Pedagang Atribut Agustusan di Bumi Gerbang Salam.
"Saya datang ke Pamekasan sejak tanggal 22 Juli 2021, tapi saya mulai jualan pada tanggal 23 Juli 2021, kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sangat jauh," kata pria asal Garut itu, Rabu (4/8/2021).
BACA JUGA:
- Prof. Anhar Gonggong: 17 Agustus 1945 Belum Ada NKRI
- Di Malam Resepsi HUT RI Ke-80, Bupati dan Wabup Sampang Apresiasi Paskibra yang Bertugas
- Bersama Ratusan Pemuda-pemudi, Vinanda Ikut Kirab Merah Putih Peringati HUT ke-80 Kemerdekaan RI
- Bangkitkan Semangat Nasionalisme para Sopir, Polsek Jenu Bagikan Bendera di Jalan Pantura
Menurutnya, menurunnya penjualan atribut agustusan dampak adanya pandemi Covid-19. "Kemungkinan ada kaitannya dengan PPKM darurat, apalagi kalau malam lampu-lampu di pinggir jalan mati, jadi tidak bisa jualan kalau malam," ungkap Achmad yang mengaku hasil penjualannya hanya cukup buat makan.
Pria beranak dua ini menuturkan, atribut yang dipasarkan bervariasi dengan harga yang variatif. Mulai dari harga Rp 25 ribu dengan ukuran 90 cm hingga Rp 300 ribu dengan ukuran 10 meter.
"Tahun lalu jualan mulai pukul 07.00 WIB pagi sampai malam bisa laku 15 biji per harinya. Kalau sekarang sampai sore masih laku 3 atribut," tuturnya.
Ia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, agar perekonomian semua masyarakat kembali normal. (pmk1/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




