Kamis, 29 Juli 2021 07:00

Bupati Gus Yani Pastikan Warga Isoman Non-KTP Gresik Juga Dapat Bantuan

Kamis, 22 Juli 2021 16:51 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Bupati Gus Yani Pastikan Warga Isoman Non-KTP Gresik Juga Dapat Bantuan
Bupati Gus Yani didampingi Wabup Bu Min beserta Kapolres dan Dandim ketika rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Kecamatan Kebomas. (foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merespons cepat keluhan Ketua RW di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas soal warga isoman Covid-19 yang tak dapat bantuan lantaran bukan warga Gresik.

Bupati Gus Yani memastikan seluruh warga yang isoman karena terpapar Covid-19 baik warga asli Gresik dan maupun yang hanya berdomisili (non-KTP Gresik) tetap mendapatkan bantuan.

"Tetap dapat. Warga isoman yang tak ber-KTP Gresik dan berdomisili Gresik mendapatkan bantuan," kata Bupati Gus Yani kepada BANGSAONLINE.com, usai mengadakan rapat koordinasi dengan Wabup Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail beserta kepala OPD dan camat membahas penanganan Covid-19 di masa PPKM darurat, di Kantor Kecamatan Kebomas, Kamis (22/7/2021).

Menurut Bupati Gus Yani, bantuan untuk warga isoman non-KTP Gresik tersebut akan diambilkan dari posko darurat yang telah didirikan. "Bantuan diambilkan dari posko darurat yang telah kami dirikan," tegasnya.

BACA JUGA : 

Kapolda Jatim dan Pangdam Cek PPKM Level IV di Gresik

AKD dan Forkopimcam Manyar Door to Door ke Perusahaan Cari Tabung Untuk Bantu Warga Terpapar Covid

Bulog Bangkalan Salurkan 74.837 Ribu Ton Beras ke Penerima PKH dan BST

Polresta Sidoarjo Kembali Salurkan 5.000 Paket Bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi

Sebagaimana diketahui, Pemkab Gresik telah mendirikan empat posko darurat. Posko I di Kantor Kecamatan Kebomas mengkover bantuan meliputi Kecamatan Kebomas, Gresik, dan Manyar. Posko II di Kantor Kecamatan Kedamean meliputi Kecamatan Kedamean, Menganti, Driyorejo, dan Wringinanom.

Kemudian, posko III di Kantor Kecamatan Cerme meliputi Kecamatan Cerme, Duduksampeyan, Balongpanggang, dan Benjeng, serta posko IV di Kantor Kecamatan Sidayu meliputi Kecamatan Sidayu, Bungah, Ujungpangkah, Dukun, dan Panceng.

"Untuk itu, saya minta kepala desa, lurah, RW, dan RT selaku yang berada di hulu harus tanggap akan kondisi warganya. Warga isoman yang belum dapat bantuan dilaporkan ke posko darurat," pintanya.

Ditanya kemungkinan melakukan refocussing anggaran lagi untuk menggeber program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk warga terdampak Covid-19, bupati menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi terkait efektivitas program tersebut. Terlebih, saat ini belum bisa dipastikan kapan pandemi akan berakhir.

"Makanya, kita harus menyiapkan napas panjang," terangnya.

Sebab, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, lanjut Gus Yani, pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Terlebih setelah munculnya varian baru.

"Untuk itu, Pak Presiden meminta kepada gubernur, bupati, wali kota yang didukung oleh seluruh jajaran forkopimda agar fokus kepada masalah ini baik sisi Covid-19-nya maupun sisi ekonomi. Manajemen serta pengorganisasian adalah kunci, dan Pak Presiden minta semua mesin organisasi dijalankan dengan sebaik-baiknya," urainya.

Menurut Gus Yani, dalam penanganan pandemi Covid-19 dibutuhkan kepemimpinan lapangan yang kuat, bergerak cepat, dan responsif. "Kepemimpinan lapangan harus kuat di semua level pemerintahan, dari level atas sampai level kecamatan, tingkat kelurahan dan desa," pungkasnya.

Sementara itu, Sekcam Kebomas Zainul Arifin membenarkan bahwa warga isoman non-KTP Gresik juga akan mendapatkan bantuan dari posko darurat. "Nanti RT atau RW cukup minta kelengkapan domisili," katanya.

Namun, kata Zainul, untuk saat ini bantuan tak bisa diberikan secara bersamaan atau bertahap. Sebab, masih menunggu kesiapan bantuan, pengemasan, dan lainnya.

"Jadi, kembali saya tegaskan warga isoman non-KTP Gresik bisa dapat bantuan. Semua masih kami data," pungkasnya. (hud/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...