Jumat, 07 Mei 2021 23:44

Bupati Bondowoso Siapkan Upaya Penyelamatan Hutan Konservasi di Sempol

Kamis, 05 Maret 2015 16:30 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Sugiyanto

BONDOWOSO (BangsaOnline) - Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni mempersiapkan beberapa opsi Peraturan Daerah (Perda) tentang lahan milik negara yang ada di Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso.

Amin menjelaskan, Semua lahan di Kecamatan Sempol merupakan milik negara yang dikelola Perhutani dan PTPN 12. Sedangkan jumlah masyarakat Sempol terus bertambah.

Oleh sebab itu, Pemkab menyiapkan beberapa opsi untuk mengatasi permasalahan Sempol utamanya pembukaan lahan pertanian oleh masyarakat setempat di lahan milik perhutani.

Banjir bandang yang menerjang dua desa pekan lalu merupakan peringatan bagi masyarakat Sempol khususnya dan masyarakat Bondowoso pada umumnya, agar kawasan hutan Sempol dikelola dengan baik.

BACA JUGA : 

KH Husni Amirudin Wafat, Bupati Bondowoso Kehilangan Tokoh Panutannya

HUT Satpol PP, Bupati Bondowoso Santuni Penarik Becak dan PKL

Bupati Bondowoso Sosialisasikan Pilkades Serentak Pada 176 Desa

Bupati Bondowoso Minta PNS Tingkatkan Etos Kerja

"Sempol merupakan kawasan observasi, jadi kita harus melestarikan hutannya, agar bencana alam yang terjadi dapat di minimalisir," jelas orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso ini Kamis (5/3).

Menurutnya, masyarakat Sempol saat ini berjumlah kurang lebih sebelas ribu orang, dan sekitar tiga ribu orang bekerja di PTPN 12. Akibatnya, Masyarakat yang tidak mempunyai mata pencaharian membuka lahan perhutani untuk dijadikan lahan pertanian.

Sementara itu, Kesatuan Pemangku Hutan Bondowoso mencatat, Saat ini ada 700 hektar lahan perhutani yang dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat setempat. Produksi pertanian yang dihasilkan diantaranya kopi, kentang, kubis dan wortel.

"Untuk memulihkan kelestarian kawasan itu diperlukan keseriusan semua pihak dan didukung dengan melibatkan masyarakat penggarap sekitar," tandasnya

Sebab menurutnya, pembukaan lahan di kawasan itu bukan lagi membabat lahan yang datar, tapi lahan yang berkemiringan 60 derajat pun dijadikan ladang, sedangkan bekas garapan sebelumnya sebagian besar sudah menjadi semak belukar.

Sementara itu, Safi’i salah satu tokoh masyarakat yang ada di kecamatan sempol mengatakan Apabila kawasan perlindungan itu sudah gundul, Seluruh keanekaragaman hidup akan punah termasuk hewan langka yang dilindungi.

"Kita sama-sama berjuang meningkatkan pembangunan di segala sektor, Namun kawasan hutan juga jangan sampai terabaikan," pungkasnya.

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...