Dari kiri, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, dan Ketua Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi.
SAMARINDA, BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) masa khidmat 2025–2030 oleh Katib Aam PBNU KH Ahmad Sa’id Asrori di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (10/5/2025).
Selain Khofifah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi juga dilantik sebagai Ketua PP Muslimat NU, lengkap beserta jajaran para pengurus.
BACA JUGA:
- Salurkan Rp1,8 Miliar, Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar Sosial di Kota Kediri
- Anik Maslachah Tegaskan Peran Strategis Muslimat NU di Harlah ke-80
- Gubernur Khofifah Lepas 3.000 Pemudik Kapal Laut di Pelabuhan Jangkar Menuju Raas dan Sapudi
- Ekonomi Nurani dan Kepemimpinan Perempuan: Dari Ketangguhan Khadijah hingga Visi Sosial Khofifah–Lia
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya masa khidmat kepengurusan baru yang telah disahkan melalui Surat Keputusan PBNU Nomor 3808/PB.01/A.II.01.27/99/04/2025.
Susunan pengurus yang dilantik berasal dari beragam latar belakang profesi, daerah, dan bidang keahlian mewakili semangat inklusif dan komitmen kolektif dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga meluncurkan program Pelatihan Paralegal dan Lembaga Advokasi Hukum Keluarga PP Muslimat NU.
Salah satunya dengan melakukan penandatanganan kerja sama yang dilakukan oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum RI Min Usihen dengan Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi tentang Sinergi Pelaksanaan Pembinaan Hukum Muslimat Nahdlatul Ulama.
Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah mengatakan kerja sama ini bertujuan menyelenggarakan pelatihan paralegal bagi kader Muslimat NU guna memperkuat pemahaman hukum, serta mendukung pendampingan berbasis komunitas terhadap perempuan dan anak korban kekerasan.
Khofifah pun mengajak seluruh kader Muslimat NU untuk terus menjaga integritas dan semangat pengabdian dalam mengemban amanah organisasi.
"Be yourself and do our best. Jadi diri kita sendiri dan lakukan yang terbaik. Inilah kunci ketangguhan perempuan Muslimat NU dalam membangun bangsa," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perjuangan Muslimat NU dalam pengarusutamaan gender, pendidikan inklusif, perlindungan anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta ketahanan keluarga harus sejalan dengan arah pembangunan nasional.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




