Warga Kulit Hitam Amerika Ikrar Syahadat di Masjid Al-Akbar Surabaya

Warga Kulit Hitam Amerika Ikrar Syahadat di Masjid Al-Akbar Surabaya Fraser (paling kiri), warga kulit hitam Amerika Serikat saat ikrar dua kalimat syahadat di Masjid Al-Akbar Surabaya. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com- Ada pemandangan menarik di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Seorang kulit hitam memakai songkok hitam berbaju koko putih bermotif kuning emas dan bercelana warna kuning. Berbeda dengan jamaah lainnya yang duduk bersila mapan, ia tampak duduk bersila kurang sempurna.

Ternyata dia orang kulit hitam dari Amerika Serikat (AS). Namanya Fraser. Data di paspornya menyebutkan bahwa Fraser warga Stanford Louis Brooklyn, New York, Amerika Serikat.

Semula Fraser beragama Kristen. Namun kemudian mendapat hidayah. Ia mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Akbar yang terletak di Jalan Masjid Agung no 1 Pagesangan Kecamatan Jambangan Surabaya itu.

(Fraser (paling kanan pakai kopiah hitam berbajuu koko putih) serius mengikuti bimbingan agama Islam di Masjid Al-Akbar Sruabaya. foto: ist).

Hebatnya, Fraser tidak hanya masuk Islam. Tapi juga aktif mengikuti bimbingan pasca ia mengikrarkan dua kalimat syahadat. Di bawah koordinasi dan bimbingan Kepala Seksi Ibadah dan Dakwah Masjid Al-Akbar, Ustadz Abdul Kholiq Idris, Fraser aktif belajar agama Islam di salah satu ruangan masjid yang diresmikan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 10 November 2000 itu.

Kepada BANGSAONLINE.com, Ustad Kholiq Idris mengungkapkan bahwa bersamaan dengan Fraser juga ada lagi muallaf masuk Islam. Yaitu Enggar Bara Hadiawan. Ia semula beragama Protestan. Namun milenial yang lahir di Surabaya 23 Juli 1998 itu kemudian mendapat hidayah.

(Enggar Bara Hadiawan. foto: ist)

Yang menarik Bara sempat memberikan testimoni secara tertulis. Ia semula mengaku penasaran dengan agama Islam. Teman dekatnya, Yani, lalu memberi saran agar ia belajar agama Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya.

“Di sana saya kenal dengan Ustadz Kholiq Idris. Beliau mengajarkan saya berbagai materi tentang agama Islam. Di saat itu saya mendapatkan hidayah,” tulis Bara.

Apa yang disampaikan Ustadz Kholiq Idris? “Jika kita hidup tidak percaya dengan Allah SWT, walaupun telah melakukan kebaikan akan sia-sia. Ibarat masuk kuliah tanpa registrasi, mengikuti materi, ujian, dan skripsi, tapi saat diwisuda tidak dapat nilai karena belum registrasi,” kata Ustadz Kholiq. (mma)

VIDEO TERKAIT