Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah, Kemenhaj Beri Pesan untuk Para Calon Jemaah Haji

Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah, Kemenhaj Beri Pesan untuk Para Calon Jemaah Haji Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo. Foto: Dok. Kemenhaj.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Guna memperkuat skema layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan 45 klinik kesehatan yang tersebar di Makkah dan Madinah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyampaikan bahwa satu klinik kesehatan kini minimal melayani 5 ribu jemaah. Dengan kebijakan ini, di Makkah akan didirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor untuk melayani jemaah.

Sementara di Madinah disediakan 5 klinik kesehatan di 5 sektor. Selain itu, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di kedua kota tersebut.

“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal,” kata Liliek Marhaendro, Senin (30/3/2026).

Untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis, lanjut Liliek, petugas kesehatan kloter akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level) penyakit. Melalui sistem ini, petugas dapat menentukan apakah jemaah dirujuk ke KKHI atau harus langsung ke rumah sakit Arab Saudi.

“Pendekatan severity level ini penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” jelas Liliek.

Dalam rangka menjamin mutu layanan, pemerintah Arab Saudi juga mensyaratkan supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang terakreditasi. Pada musim haji tahun ini, pengawasan layanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.

Sementara itu, penyediaan obat selama masa operasional haji akan didistribusikan dari KKHI di Makkah dan Madinah ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel-hotel.

Liliek juga mengingatkan jemaah yang masih menunggu keberangkatan untuk menjaga kesehatan sejak dini. Ia menganjurkan penerapan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari.

“Selain itu, jemaah perlu istirahat cukup, minimal enam jam tidur setiap malam, serta menjaga pikiran tetap positif,” tambahnya.

Bagi jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid), ia menekankan pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Ia juga mengajak jemaah untuk memperkuat kesiapan spiritual dengan memperbanyak dzikir, berdoa, dan bertawakal kepada Allah Swt., agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan sehat. (msn)