Dalam pidatonya, Dr H Ali Mas’ud yang asli dari Gresik itu mengungkapkan, bahwa ilmu kanuragan dengan berbagai kosa kata teknis yang merepresentasikannya, seperti ilmu hikmah, ngelmu kasekten, ngelmu kejadugan, dan seterusnya dalam Islam berakar kuat dari tradisi tasawuf, terutama tarekat.
“Hanya saja dalam perkembangannya, ilmu kanuragan tidak lagi dominan di dalam kancah tarekat, melainkan telah diterima secara luas oleh masyarakat muslim tradisionalis di lingkungan pesantren dan santri senior,” tandasnya.
Acara pengukuran di auditorium UIN tersebut, dihadiri berbagai kalangan, tak terkecuali para kiai seperti dari jajaran PWNU Jatim, akademisi, kalangan pondok pesantren serta keluarga Dr Ali Mas’ud, dan jamaah pengajian Asma’ul Husna yang diasuh Dr Ali Mas’ud, dll. Acara ditutup dengan doa oleh Ketua PWNU Jatim, KH A Hasan Mutawakkil Alallah. (dur)
Teks foto:
Prof Dr H Ali Mas’ud, M.Ag foto bersama jamaah dan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




